Siswa kelas IV SDN Ngaliyan 01 Semarang mengalami kesulitan belajar Pendidikan Pancasila yang ditandai oleh rendahnya minat, pemahaman konsep yang lemah, dan metode pembelajaran yang kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media ular tangga berbasis IT dalam mengatasi kesulitan belajar Pendidikan Pancasila melalui model Problem Based Learning (PBL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design, melibatkan 28 siswa kelas 4B sebagai kelompok kontrol (ular tangga berbasis IT + Koper Literasi) dan 26 siswa kelas 4D sebagai kelompok eksperimen (ular tangga berbasis IT + Flash Card). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan hasil belajar pada kategori sedang, dengan rata-rata posttest kelompok kontrol 83,46 (N-Gain 45,55%) dan kelompok eksperimen 79,62 (N-Gain 44,02%). Uji Mann-Whitney menghasilkan nilai p = 0,051, yang secara statistik tidak signifikan pada α = 0,05, namun mengindikasikan kecenderungan perbedaan substantif. Disimpulkan bahwa media ular tangga berbasis IT efektif mengatasi kesulitan belajar Pendidikan Pancasila, dengan Koper Literasi terbukti lebih unggul secara deskriptif dibandingkan Flash Card. Guru disarankan mengintegrasikan media berbasis teknologi secara berkelanjutan dalam pembelajaran.
Copyrights © 2025