Latar Belakang: Penyakit tuberkulosis merupakan beban kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Kelurahan Kesepuhan, Kota Cirebon. Kurangnya kapasitas diagnostik di tingkat komunitas dan tingginya stigma sosial menjadi penghambat utama dalam penemuan kasus secara aktif. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran kader kesehatan melalui peningkatkan efektivitas deteksi dini dan kapasitas diagnostik tuberkulosis melalui sinergi dengan tenaga kesehatan. Metode: Program ini menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi survei awal, sosialisasi teknis dan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion). Evaluasi keberhasilan program dilakukan menggunakan pre-test and post-test serta analisis hasil diskusi kelompok. Hasil: Data menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader yang sangat signifikan dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 35%. Hasil diskusi kelompok mengungkapkan bahwa hambatan utama di lapangan meliputi stigma struktural, kendala geografis rawan banjir, dan dinamika sosial antar-kader. Kesimpulan: Program ini terbukti efektif dalam memperkuat lini depan penanggulangan tuberkulosis di tingkat kelurahan. Keberlanjutan program ini memerlukan komitmen lintas sektor untuk mencapai eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030.
Copyrights © 2026