Penelitian ini menganalisis proses adaptasi budaya seorang tenaga kerja perempuan asal Indonesia (M.) yang bekerja di sektor manufaktur di New Jersey, Amerika Serikat. Yang membedakan kasus ini dari studi-studi serupa adalah adanya dua proses adaptasi yang terjadi secara bersamaan: adaptasi terhadap budaya negara baru sekaligus adaptasi terhadap dunia kerja untuk pertama kalinya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, melalui wawancara mendalam semi-terstruktur secara daring pada Mei 2025. Analisis mengacu pada kerangka U-Curve Theory of Adjustment (Lysgaard, 1955; Oberg, 1960) serta dimensi budaya Hofstede, Hofstede, dan Minkov (2010), khususnya dimensi individualisme-kolektivisme. Temuan menunjukkan bahwa M. melewati seluruh tahapan kurva U—honeymoon, culture shock, adjustment, hingga adaptation—dengan variasi intensitas yang dipengaruhi oleh tiga faktor utama: kepribadian yang terbuka dan luwes, keberadaan komunitas diaspora Indonesia di sekitar tempat tinggal, serta tersedianya layanan akomodasi bahasa di lingkungan setempat. Perbedaan budaya kerja yang paling terasa muncul pada sistem akuntabilitas berbasis jam kerja dan pola kerja yang sangat individual—dua hal yang secara langsung bersinggungan dengan nilai-nilai kolektivistis yang dibawa M. dari Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya diskusi lintas budaya, khususnya dalam memahami kompleksitas adaptasi tenaga kerja migran dari negara berkembang ke negara maju.
Copyrights © 2026