Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja fisik, beban kerja, dan dukungan sosial terhadap tingkat burnout pada karyawan generasi Z di Kudus. Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik dan emosional yang disebabkan oleh stres kerja berkepanjangan, yang dapat menurunkan motivasi dan kinerja karyawan. Generasi Z, yang lahir antara tahun 1996 hingga 2010, memiliki karakteristik unik dalam menghadapi tekanan kerja di era digital dan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei dan kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada karyawan generasi Z di Kudus. Model konseptual penelitian didasarkan pada teori Job Demands-Resources (JD-R), yang menganggap lingkungan kerja fisik dan beban kerja sebagai tuntutan pekerjaan, serta dukungan sosial sebagai sumber daya yang dapat mengurangi stres kerja. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran tentang bagaimana ketiga variabel tersebut berkontribusi terhadap burnout, sehingga perusahaan dapat merancang strategi yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan generasi Z. Penelitian ini mengisi kesenjangan literatur dengan fokus pada generasi Z di Kudus dan pengaruh simultan dari lingkungan kerja fisik, beban kerja, dan dukungan sosial terhadap burnout.
Copyrights © 2026