Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal kerja, harga jual, dan hasil tangkapan terhadap pendapatan nelayan di Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Rendahnya pendapatan nelayan merupakan permasalahan struktural yang dihadapi masyarakat pesisir di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar yang sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor perikanan tangkap. Pendapatan nelayan dipengaruhi oleh berbagai faktor, namun penelitian ini memfokuskan pada tiga faktor utama, yaitu modal kerja sebagai penopang operasional melaut, harga jual ikan sebagai penentu nilai ekonomi hasil tangkapan, serta volume hasil tangkapan sebagai indikator produktivitas nelayan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert kepada 109 responden yang merupakan nelayan aktif di Desa Bontosunggu dan diolah menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan nelayan dengan nilai t hitung 7,486 > t tabel 1,982; harga jual berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung 9,976 > t tabel 1,982; dan hasil tangkapan berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung 8,778 > t tabel 1,982. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan dengan nilai F hitung 65,282 > F tabel 2,691 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,651 menunjukkan bahwa 65,1% variasi pendapatan nelayan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut.
Copyrights © 2026