Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku pencatatan keuangan terhadap financial resilience pedagang Pasar Bonea, Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan financial self-efficacy sebagai variabel moderasi. Pedagang pasar tradisional merupakan kelompok usaha mikro yang rentan terhadap tekanan ekonomi akibat ketidakstabilan pendapatan dan keterbatasan akses terhadap sumber daya finansial. Kemampuan mempertahankan stabilitas keuangan atau financial resilience menjadi kunci keberlangsungan usaha mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk menguji hubungan sebab-akibat antarvariabel. Sebanyak 99 pedagang aktif dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria keterlibatan langsung dalam pengelolaan keuangan usaha. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur berskala Likert lima tingkat, dan analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perilaku pencatatan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial resilience dengan koefisien regresi sebesar 0,596 dan nilai t hitung sebesar 11,582 (sig. 0,000 < 0,05); (2) financial self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial resilience dengan nilai t hitung sebesar 13,184 (sig. 0,000 < 0,05); dan (3) variabel interaksi antara perilaku pencatatan keuangan dan financial self-efficacy (XZ) memiliki pengaruh negatif dan signifikan (β = -0,305, t = -6,306, sig. 0,000 < 0,05), yang mengindikasikan bahwa financial self-efficacy memperlemah pengaruh pencatatan keuangan terhadap financial resilience. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,752 menunjukkan bahwa 75,2% variasi financial resilience dapat dijelaskan oleh variabel dalam model penelitian ini, sedangkan 24,8% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model.
Copyrights © 2026