This study aims to improve student learning outcomes in social studies subjects through the application of cooperative learning model type Question Student Have (QSH) which is integrated with Numbered Head Together (NHT). This study is a Class Action Research (PTK) conducted in SMP Negeri 1 Telaga with 58 students of Class VIII. The study was conducted in two cycles, each of which consists of the stages of planning, implementation of actions, observation, and reflection. Data collection techniques include observation of teacher and student activities, learning outcomes tests, and documentation. The results showed that the initial condition of student learning completeness is still low, which is about 34.4%. After the implementation of the learning model in the first cycle, learning completeness increased to 43%, but has not reached the success indicators. In the second cycle, there was a significant increase with learning completeness reaching 91%. This increase shows that the integration of QSH and NHT models can increase the activeness, cooperation, and understanding of students in the learning process. Thus, it can be concluded that the application of QSH and NHT learning models is effective in improving student learning outcomes in social studies subjects. This Model also provides a more interactive, collaborative, and fun learning experience for students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Question Student Have (QSH) yang diintegrasikan dengan Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Telaga dengan subjek penelitian sebanyak 58 siswa kelas VIII. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal ketuntasan belajar siswa masih rendah, yaitu sekitar 34,4%. Setelah penerapan model pembelajaran pada siklus I, ketuntasan belajar meningkat menjadi 43%, namun belum mencapai indikator keberhasilan. Pada siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan dengan ketuntasan belajar mencapai 91%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa integrasi model QSH dan NHT mampu meningkatkan keaktifan, kerja sama, serta pemahaman siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran QSH dan NHT efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Model ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan bagi siswa.
Copyrights © 2026