This study aims to analyze the relationship between school infrastructure quality and student discipline from the perspective of Islamic Religious Education at SMK Darut Taqwa Purwosari. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 46 eleventh-grade students selected from a population of 309 students using simple random sampling. Data were collected through Likert-scale questionnaires, observation, and documentation. The research instruments met validity and reliability standards, with Cronbach’s Alpha values of 0.902 for the infrastructure variable and 0.919 for the student discipline variable. The results indicate that: (1) school infrastructure quality is categorized as moderate at 71.7%; (2) student discipline is also classified as moderate at 69.6%; and (3) there is a positive and significant relationship between school infrastructure and student discipline, as evidenced by t-count = 3.982 > t-table = 2.015 with a significance value of 0.000 < 0.05. The regression equation obtained is Y = 31.533 + 0.667X, with a coefficient of determination (R²) of 0.265, indicating that school infrastructure contributes 26.5% to student discipline, while the remaining 73.5% is influenced by other factors outside this study. These findings suggest that adequate and well-managed school facilities support the internalization of Islamic values, such as responsibility, obedience, and trustworthiness, which in turn foster disciplined student behavior. Therefore, optimizing school infrastructure management is an important strategic effort in strengthening religious character development in vocational schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas sarana dan prasarana sekolah dengan kedisiplinan siswa dalam perspektif Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Darut Taqwa Purwosari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 46 siswa kelas XI dari populasi 309 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,902 untuk variabel sarana prasarana dan 0,919 untuk variabel kedisiplinan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas sarana dan prasarana sekolah berada pada kategori sedang dengan persentase 71,7%; (2) tingkat kedisiplinan siswa juga berada pada kategori sedang dengan persentase 69,6%; dan (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara sarana prasarana sekolah dengan kedisiplinan siswa, dibuktikan melalui nilai t_hitung sebesar 3,982 > t_tabel 2,015 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 31,533 + 0,667X dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,265, yang menunjukkan bahwa sarana prasarana memberikan kontribusi sebesar 26,5% terhadap kedisiplinan siswa, sedangkan 73,5% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang memadai berkontribusi dalam mendukung internalisasi nilai-nilai Islam, seperti tanggung jawab, kepatuhan, dan amanah, sehingga dapat membentuk perilaku disiplin siswa. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan sarana dan prasarana perlu menjadi perhatian strategis dalam penguatan karakter religius di sekolah kejuruan.
Copyrights © 2026