Kopii termasuki komoditasi agroforestrii yangi mempunyaii nilaii ekonomii relatifi tinggii dibandingkani tanamani agroforestrii lainnyai sertai memilikii perani pentingi sebagaii penyumbangi devisai negara.i Salahi satui desai yangi mayoritasi penduduknyai berprofesii sebagaii petanii adalahi Desai Tiwingani Baru,i Kecamatani Aranio,i Kabupateni Banjar,i Provinsii Kalimantani Selatan.i Dii desai ini,i tanamani kopii tumbuh subur secara tidak teratur pada kawasan hutan konservasi seluas 100 Ha dan menghasilkan buah yang melimpah saat musim panen, sehingga dapat dimanfaatkan penduduk sekitar sebagai sumber penghidupan maupun untuk kebutuhan konsumsi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kontribusi pendapatan petani dari agroforestri kopi terhadap total pendapatan petani di Desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi dan wawancara dengan para informan. Tokoh masyarakat serta petani kopi yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Tunas Muda Desa Tiwingan Baru menjadi objek dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kontribusi pendapatan petani kopi terhadap pendapatan tahunan tiap responden bervariasi, yaitu antara 45,90% hingga 78,72%. Rata-rata kontribusi yang diperoleh responden mencapai 54,43% dari keseluruhan pendapatan petani. Secara umum, petani di Desa Tiwingan Baru memperoleh rata-rata pendapatan sebesar 54,43% dari agroforestri kopi dan 45,57% dari pengelolaan sumber daya alam lainnya, seperti budidaya ikan dan usaha ternak sapi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendapatan dari agroforestri kopi memberikan dukungan besar dan pengaruh nyata terhadap pendapatan petani di Desa Tiwingan Baru.
Copyrights © 2026