Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemandirian penyandang disabilitas netra dalam aktivitas menyetrika yang berisiko tinggi karena ketergantungan pada indikator visual. Kondisi ini menyebabkan pengguna kesulitan mengenali suhu setrika dan meningkatkan potensi terjadinya luka bakar maupun kerusakan pakaian, sehingga aktivitas tersebut sering dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan setrika suara sebagai teknologi asistif yang dapat membantu meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas netra dalam kegiatan menyetrika. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi lima tahap, yaitu analisis kebutuhan, pengumpulan data, pengembangan produk, uji coba terbatas, dan revisi produk. Produk dikembangkan dengan memanfaatkan Arduino Nano, sensor suhu, dan modul suara yang menghasilkan informasi auditif sesuai kondisi setrika. Validasi dilakukan oleh ahli elektro dan ahli pendidikan luar biasa, sedangkan uji praktikalitas melibatkan pengguna disabilitas netra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk memiliki tingkat validitas sangat layak dengan persentase rata-rata 96,05%, serta tingkat praktikalitas sebesar 96% dengan kategori sangat praktis. Pengguna mampu mengoperasikan alat secara mandiri melalui panduan suara yang dihasilkan. Dengan demikian, setrika suara dinilai efektif sebagai teknologi asistif yang mendukung kemandirian dalam aktivitas kehidupan sehari-hari bagi penyandang disabilitas netra.
Copyrights © 2026