Jurnal Pakarena
Vol 10, No 2 (2025): Desember

KEDUDUKAN DAN PERAN RICIKAN GENDÈR BARUNG DALAM SAJIAN PERTUNJUKAN WAYANG KULIT PURWA GAYA SURAKARTA

Febrianto, Bramantyo Arif (Unknown)
Nugroho, Sugeng (Unknown)



Article Info

Publish Date
09 Dec 2025

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kedudukan ricikan gendèr barung dalam struktur ansambel gamelan, serta menganalisis perannya dalam membangun suasana musikal dan mendukung dinamika pada pertunjukan wayang kulit purwa gaya Surakarta. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis ini mengumpulkan data primer dan sekunder melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi keabsahannya menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gendèr barung menempati kedudukan sebagai pemangku lagu yang bertugas merealisasikan gagasan musikal dari instrumen pemimpin atau pamurba lagu. Dalam sajian karawitan mandiri (klenengan), perannya murni bersifat musikal, meliputi tugas menghias melodi gending dan menyajikan buka. Namun, dalam konteks sajian pakeliran (pertunjukan wayang), fungsi gendèr barung meluas menjadi elemen yang dramatik dan ekspresif. Instrumen ini berperan vital dalam memberikan thinthingan nada acuan, mengiringi sulukan dalang yang meliputi pathetan, sendhon, dan ada-ada, serta membangun suasana psikologis adegan melalui teknik grimingan. Kesimpulannya, peran gendèr barung dalam pakeliran mengadopsi dan mengembangkan sistem musikal klenengan yang diadaptasi secara khusus untuk merespons narasi dalang serta memperkuat kepentingan dramatik dalam pertunjukan wayang kulit. ABSTRACTThis study aims to identify and describe the position of the gendèr barung in the structure of the gamelan ensemble, as well as to analyze its role in building the musical atmosphere and supporting the dynamics in the Surakarta-style Purwa shadow puppet performance. This qualitative research with a descriptive-analytical approach collected primary and secondary data through direct observation, in-depth interviews, and documentation studies. The data were then analyzed using an interactive model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, and its validity was validated using triangulation techniques. The results of the study indicate that the gendèr barung occupies the position of song holder whose task is to realize the musical ideas of the lead instrument or pamurba song. In independent karawitan performances (klenengan), its role is purely musical, including the task of decorating the gending melody and presenting buka. However, in the context of pakeliran (wayang performance), the function of the gendèr barung expands into a dramatic and expressive element. This instrument plays a vital role in providing the reference tone, accompanying the puppeteer's sulukan, which includes pathetan, sendhon, and ada-ada, and building the psychological atmosphere of the scene through the grimingan technique. In conclusion, the role of gendèr barung in pakeliran adopts and develops the musical system of klenengan, which is specifically adapted to respond to the puppeteer's narrative and strengthens the dramatic interests in the shadow puppet performance.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

pakarena

Publisher

Subject

Arts Other

Description

Jurnal Pakarena merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain dengan proses peer review. Menerbitkan Artikel hasil dan pengkajian seni, dengan ruang lingkup: seni rupa, drama, tari, dan ...