Stunting pada baduta masih menjadi salah satu masalah gizi utama di Kabupaten Banyumas, yang berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak dan produktivitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor risiko penting adalah pola asuh dan pemenuhan gizi baduta yang belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader posyandu dalam pola asuh dan pemberian gizi baduta melalui pendekatan komunikasi perubahan perilaku. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kembaran II, Kabupaten Banyumas. Metode kegiatan meliputi penyuluhan gizi, diskusi kelompok, demonstrasi pembuatan menu bergizi seimbang, serta pendampingan kader. Pengabdian ini melibatkan mitra Puskesmas dan 30 orang Kader Kesehatan di Kecamatan Kembaran. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi praktik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan kader posyandu tentang stunting sebesar 22,5 setelah edukasi. Hasil uji statistik t dependen menunjukkan ada perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan p value 0.000. Ketrampilan komunikasi perubahan perilaku kader juga mengalami peningkatan rata-rata sebesar 22,6. Hasil uji statistik mengunakan uji t dependen menunjukkan ada perbedaan keterampilan komunikasi perubahan perilaku sebelum dan sesudah workshop dengan p value 0.000. Adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader mengenai pemberian makan sesuai usia, praktik pola asuh responsif, dan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi. Selain itu, kader kesehatan menjadi lebih aktif dalam mendampingi keluarga baduta. Kesimpulannya, pendekatan komunikasi perubahan perilaku efektif dalam meningkatkan pola asuh dan praktik gizi baduta sebagai upaya pencegahan stunting di tingkat puskesmas dan masyarakat.
Copyrights © 2026