Permasalahan banjir di wilayah pedesaan yang mulai terurbanisasi, seperti Desa Kedamean di Kabupaten Gresik, memerlukan solusi yang tidak hanya teknis tetapi juga berbasis partisipasi masyarakat. Sistem drainase konvensional yang hanya berfokus pada pengaliran air terbukti kurang efektif dan cenderung memicu kekeringan di musim kemarau karena berkurangnya infiltrasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan strategi adaptasi iklim melalui penerapan drainase berkelanjutan dan infrastruktur hijau. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif dan demonstrasi teknis menggunakan alat peraga (mock-up) konstruksi Lubang Resapan Biopori (LRB) serta sumur resapan. Hasil kegiatan menunjukkan transformasi paradigma yang signifikan pada kader PKK mengenai pengelolaan air hujan. Peserta berhasil mengidentifikasi korelasi antara peningkatan infiltrasi dengan stabilitas ketersediaan air tanah untuk mitigasi kekeringan. Penggunaan media peraga terbukti efektif meningkatkan diseminasi teknologi tepat guna bagi masyarakat awam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa integrasi infrastruktur hijau berbasis komunitas merupakan instrumen krusial dalam menciptakan resiliensi pemukiman terhadap bencana hidrometeorologi.
Copyrights © 2026