Pemanfaatan limbah pertanian seperti daun pala menjadi produk bernilai tambah merupakan strategi krusial dalam mendukung konsep green economy, namun pelaku UMKM sering kali terhambat oleh lemahnya manajemen keuangan. Penelitian melalui kegiatan pengabdian ini berfokus pada perumusan model akuntansi biaya pada UMKM Penyulingan Daun Pala Feryandi yang menghadapi kendala pencatatan manual dan ketidakakuratan penetapan harga jual. Tahapan penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi survei awal, persiapan modul edukatif, serta pendampingan intensif mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan analisis Break Even Point (BEP). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas manajerial mitra, di mana pelaku usaha kini mampu memisahkan keuangan pribadi dari bisnis serta mengintegrasikan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead secara menyeluruh. Temuan lapangan mengindikasikan bahwa pemahaman terhadap HPP dan strategi pemasaran digital secara efektif membantu UMKM mengoptimalkan margin keuntungan sekaligus mengurangi dampak lingkungan melalui pengolahan limbah menjadi minyak atsiri. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa integrasi akuntansi biaya dengan prinsip ekonomi hijau menciptakan model pengelolaan usaha yang sistematis dan berkelanjutan. Implementasi model ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi pengambilan keputusan strategis, tetapi juga memperkuat daya saing produk lokal di pasar digital dalam jangka panjang demi mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan bagi masyarakat secara berkesinambungan. ABSTRACT Utilizing agricultural waste such as nutmeg leaves into value-added products is a crucial strategy in supporting the green economy concept, but MSMEs are often hampered by weak financial management. This community service research focused on formulating a cost accounting model for the Feryandi Nutmeg Leaf Distillery MSME, which faces obstacles such as manual recording and inaccurate selling prices. The research phase was implemented using a participatory approach, including an initial survey, preparation of educational modules, and intensive mentoring on calculating the Cost of Goods Sold (COGS) and analyzing the Break Even Point (BEP). The community service results showed a significant increase in the partners' managerial capacity, with entrepreneurs now able to separate personal finances from business finances and comprehensively integrate raw material, labor, and overhead costs. Field findings indicate that understanding COGS and digital marketing strategies effectively helps MSMEs optimize profit margins while reducing environmental impacts through processing waste into essential oils. The main conclusion of the research confirms that integrating cost accounting with green economy principles creates a systematic and sustainable business management model. Implementing this model not only improves operational efficiency and the accuracy of strategic decision-making, but also strengthens the competitiveness of local products in the digital market in the long term to realize sustainable economic development that is environmentally friendly for the community in a sustainable manner.
Copyrights © 2026