Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) seperti hiperkolesterolemia dan hiperurisemia menjadi perhatian serius di berbagai wilayah, termasuk daerah pedesaan yang sebelumnya dianggap memiliki risiko lebih rendah. Kedua kondisi tersebut merupakan gangguan metabolik yang sangat dipengaruhi oleh pola hidup dan pola makan masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendeteksi dini risiko gangguan metabolik, seperti hiperkolesterolemia dan hiperurisemia, sebelum berkembang menjadi penyakit kronis yang lebih serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Seith, Kabupaten Maluku Tengah, pada tanggal 24 April 2025 dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 41 orang. Proses pemeriksaan menggunakan alat uji skrining Accu-Chek Meter Device. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari 19 peserta laki-laki, 9 orang memiliki kadar kolesterol dan asam urat dalam batas normal, sedangkan 10 orang lainnya menunjukkan kadar kolesterol dan asam urat yang tinggi. Sementara itu, dari 22 peserta perempuan, 10 orang memiliki kadar kolesterol normal dan 12 orang mengalami kadar kolesterol tinggi, sedangkan untuk kadar asam urat hanya 7 orang yang berada dalam batas normal dan 15 orang menunjukkan kadar asam urat tinggi. Data ini mengindikasikan bahwa risiko hiperkolesterolemia dan hiperurisemia cukup tinggi pada kedua kelompok jenis kelamin, dengan proporsi kadar asam urat tinggi yang sedikit lebih besar pada perempuan, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian khusus dalam upaya pencegahan dan penanganan di masyarakat.
Copyrights © 2026