Bencana banjir yang terjadi pada 26 November 2025 di wilayah Aceh dan Sumatera menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat. Peristiwa tersebut menuntut keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dalam upaya pemulihan pascabencana. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bentuk implementasi Mata Kuliah Kewarganegaraan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan oleh 90 mahasiswa Program Studi Teknik Kimia kelas A1 Universitas Malikussaleh melalui pendekatan service learning yang terintegrasi dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) Kewarganegaraan. Metode pelaksanaan meliputi pembelajaran kewarganegaraan, perencanaan aksi, pelaksanaan pengabdian dalam bentuk aksi individu dan kelompok, dokumentasi, serta evaluasi berbasis nilai-nilai kewarganegaraan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aksi individu dan kelompok mahasiswa memberikan dampak positif bagi masyarakat terdampak banjir, antara lain membantu pemenuhan kebutuhan dasar, mempercepat pemulihan lingkungan dan fasilitas umum, serta memberikan dukungan psikososial di beberapa daerah seperti Aceh Utara dan Sumatera Utara yang merupakan asal mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian CPMK, khususnya dalam aspek kepedulian sosial, partisipasi aktif, empati, dan tanggung jawab sebagai warga negara. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa integrasi Mata Kuliah Kewarganegaraan dengan aksi sosial pascabencana efektif dalam membentuk karakter mahasiswa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Copyrights © 2026