Perkembangan teknologi informasi dan peningkatan aktivitas pelabuhan membutuhkan peningkatan kualitas layanan administrasi serta tata kelola pelabuhan yang efektif dan efisien. Pelabuhan tanjung balai karimun, sebagai salah satu pelabuhan strategis di kawasan perdagangan internasional, telah mengalami peningkatan klasifikasi dari kelas ii menjadi kelas i, yang menunjukkan semakin pentingnya peran pelabuhan dalam mendukung kegiatan transportasi maritim dan distribusi logistik. Dalam mendukung kegiatan tersebut, otoritas pelabuhan dan kantor pusat pelabuhan (ksop) memainkan peran penting dalam mengawasi dan mengelola dokumen pemuatan dan pembongkaran di pelabuhan khusus ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ksop dalam sistem manajemen dokumen pemuatan dan pembongkaran di pelabuhan khusus tanjung balai karimun dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ksop berperan dalam inspeksi, verifikasi, pengawasan, dan manajemen dokumen pemuatan dan pembongkaran untuk memastikan kelengkapan administrasi dan keselamatan operasional pelabuhan. Implementasi sistem digital berbasis online dianggap mampu meningkatkan efektivitas layanan, mempercepat proses administrasi, dan mengurangi risiko kesalahan dokumen. Namun, implementasinya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi yang kurang optimal, dan berlanjutnya proses administrasi manual. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi sistem manajemen dokumen berbasis teknologi informasi di kantor pelabuhan khusus (ksop) tanjung balai karimun telah meningkatkan kualitas pelayanan administrasi dan efisiensi operasional pelabuhan.
Copyrights © 2026