Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran sejarah di wilayah kepulauan yang memiliki kekayaan artefak dan narasi lokal, namun belum dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah membangun partisipasi masyarakat dan sekolah dalam pelestarian sejarah lokal melalui pengembangan museum mini dan pameran keliling “Jejak Sejarah Pulau-Pulau Kecil Maluku”. Metode yang digunakan mencakup pendekatan partisipatif, observasi lapangan, lokakarya co-design, pelatihan pemandu, serta evaluasi kuantitatif dan kualitatif berbasis model tindakan reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran sejarah siswa sebesar 32% dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya meningkat signifikan. Museum mini dan pameran keliling terbukti efektif sebagai media edukasi publik dan penguat identitas budaya. Program ini memperlihatkan pendekatan inovatif dalam pengabdian masyarakat berbasis budaya yang dapat direplikasi di daerah kepulauan lain. Implikasinya, kegiatan ini mendukung integrasi sejarah lokal ke dalam kurikulum pendidikan dan mendorong kolaborasi berkelanjutan antara kampus, sekolah, dan komunitas.
Copyrights © 2026