Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di daerah tropis, termasuk wilayah yang rawan banjir. Kondisi pasca banjir dapat meningkatkan risiko penularan DBD karena adanya genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Pengetahuan masyarakat berperan penting dalam mendorong upaya pencegahan DBD setelah banjir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat dengan upaya pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat Gampong Meunasah Lhok yang mengalami kondisi pasca banjir. Sampel berjumlah 68 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup pengetahuan tentang DBD dan upaya pencegahannya. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31 responden memiliki pengetahuan baik, 24 responden memiliki pengetahuan cukup, dan 13 responden memiliki pengetahuan kurang. Pada variabel upaya pencegahan, sebanyak 32 responden memiliki upaya pencegahan baik, 23 responden cukup, dan 13 responden kurang. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan upaya pencegahan DBD pasca banjir dengan nilai p-value sebesar 0,003. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan upaya pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dan kegiatan kebersihan lingkungan perlu dilakukan untuk menurunkan risiko penularan DBD setelah banjir.
Copyrights © 2026