Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI GERAKAN HIDUP SEHAT PADA SISWA DI SMA NEGERI 14 ISKANDAR MUDA KOTA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Uswatun Hasanah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit kronis yang tidak dapat ditularkan dari orang ke orang. Kematian akibat PTM diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia, peningkatan terbesar akan terjadi di Negara menengah dan miskin. Penyakit Tidak Menular (PTM) juga penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 5 juta manusia setiap tahunnya. Pendekatan yang digunakan adalah dengan sosialisasi pada siswa SMA karena   remaja lebih mudah menerima apa yang disampaikan dibanding apa yang dicari. Sosialisas merupakan cara yang mudah dan efektif dalam sebuah penyampaian pesan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, pada siswa SMA Negeri 14 Iskandar Muda Kota Banda Aceh. Jenis kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi kesehatan, oleh karena itu sosialisasi dan edukasi sangat penting dilakukan mengenai Penyakit Tidak Menular.Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, SosialisasNon-communicable diseases (NCDs) are chronic diseases that cannot be transmitted from person to person. Deaths due to NCDs are expected to continue to increase throughout the world, with the largest increases occurring in middle and poor countries. Non-Communicable Diseases (NCDs) are also diseases that are not contagious and are not transmitted to other people by any form of contact, causing death and killing around 5 million people every year. The approach used is outreach to high school students because teenagers more easily accept what is conveyed than what is sought. Socialization is an easy and effective way of conveying a message. The aim of this community service is to detect risk factors for non-communicable diseases in students at SMA Negeri 14 Iskandar Muda, Banda Aceh City. The type of activity carried out is in the form of health outreach, therefore socialization and education are very important regarding Non-Communicable Diseases.Keywords: Non-Communicable Diseases, Socialization
EFEKTIVITAS MENYIKAT GIGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLL DAN BASS TERHADAP STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 58 KOTA BANDA ACEH Nurdin Nurdin; Amiruddin Amiruddin; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan pada 18 Desember 2023 pada siswa kelas IV SD Negeri 58 Kota Banda Aceh telah dilakukan 10 sampel tentang kebersihan gigi dan mulut dengan metode OHI-S (Oral Hygiene Index Simplified). Ditemukan bahwa tidak ada siswa yang memiliki debris indeks sangat baik, 4 diantaranya memiliki debris sedang dan 6 diantaranya memiliki debris dengan kategori buruk. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas menyikat gigi dengan tehnik populasi dengan menggunakan metode roll dan bass terhadap status kebersihan gigi dan mulut pada Siswa Kelas IV SD Negeri 58 Kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design tipe one group pretestposttest. Hasil Penelitian:Menyikat gigi dengan menggunakan metode roll dengan rata-rata OHI-s 2.16 sedangkan sesudah diberikan intervensi menyikat gigi metode roll 1,36 maka diperoleh selisih sebesar 0,8. Menyikat gigi metode bass dengan rata-rata OHI-s sebesar 2.08 sedangkan sesudah diberikan intervensi menyikat gigi metode bass 1.16 maka diperoleh selisih sebesar 0,92. Diketahui nilai signifikan lebih kecil dari nilai probablitas (p) yaitu 0,000 0,05 pada pretest dan posttest menyikat gigi dengan menggunakan metode bass dan 0,002 0,05. Kesimpulan dan Saran: Menyikat gigi menggunakan metode bass lebih efektif meningkatkan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa kelas IV SD Negeri 58 Kota Banda Aceh. Dari hasil penelitian dapat disarankan kepada siswa untuk menyikat gigi dengan tehnik bass.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN SIKAT GIGI YANG BENAR BAGI SISWA SDN 12 KECAMATAN BAITURRAHMAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES Henny Febriani; Wirza Wirza; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Eka Sri Rahayu; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Berdasarkan observasi awal di SDN 12 Kecamatan Baiturrahman, ditemukan bahwa lebih dari 60% siswa belum memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta belum mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya karies gigi sejak dini, yang apabila tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan umum dan prestasi belajar anak.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi melalui penyuluhan dan pelatihan menyikat gigi yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) penyuluhan interaktif yang mengedukasi siswa tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta dampak karies, menggunakan media audiovisual yang menarik; (2) pelatihan praktik menyikat gigi secara langsung menggunakan model gigi dan sikat gigi dengan teknik Fones yang telah disesuaikan untuk anak usia sekolah dasar; dan (3) evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan menyikat gigi.Kegiatan ini melibatkan 80 siswa kelas I hingga III dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 35% setelah penyuluhan, serta 90% siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif berbasis praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kebiasaan sehat sejak dini. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan serupa di sekolah dasar lainnya dalam rangka pencegahan karies secara berkelanjutan.
GERAKAN GAMPONG SIAGA DBD: PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT LUTUENG Finaul Asyura; Fauziah Andika; Rulia Meilina; Siti Samaniyah; Chairanisa Anwar; Ulfa Husna Dhirah; Rahmat Akbar; Rouzatun Nisa; Syarifah Asyura; Nurdin NurdinNurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Gampong Lutueng, Kabupaten Pidie, yang berpotensi mengalami peningkatan kasus akibat rendahnya kesiapsiagaan dan perilaku pencegahan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan masyarakat melalui program “Gerakan Gampong Siaga DBD.” Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berbasis keluarga, pembentukan kader gampong siaga, serta simulasi penanganan dini kasus DBD. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan warga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat mengenai penyebab, penularan, dan pencegahan DBD; perubahan sikap menuju perilaku hidup bersih; serta peningkatan kesiapsiagaan keluarga dalam melakukan deteksi dini dan tindakan PSN 3M Plus. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian DBD secara berkelanjutan di tingkat gampong.
HUBUNGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN UPAYA PENCEGAHAN DBD PASCA BANJIR DI GAMPONG MEUNASAH LHOK, KABUPATEN PIDIE JAYA Finaul Asyura; Rouzatun Nisa; Chairanisa Anwar; Rahmat Akbar; Syarifah Asyura; Ulfa Husna Dhirah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5935

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di daerah tropis, termasuk wilayah yang rawan banjir. Kondisi pasca banjir dapat meningkatkan risiko penularan DBD karena adanya genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Pengetahuan masyarakat berperan penting dalam mendorong upaya pencegahan DBD setelah banjir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat dengan upaya pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat Gampong Meunasah Lhok yang mengalami kondisi pasca banjir. Sampel berjumlah 68 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup pengetahuan tentang DBD dan upaya pencegahannya. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31 responden memiliki pengetahuan baik, 24 responden memiliki pengetahuan cukup, dan 13 responden memiliki pengetahuan kurang. Pada variabel upaya pencegahan, sebanyak 32 responden memiliki upaya pencegahan baik, 23 responden cukup, dan 13 responden kurang. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan upaya pencegahan DBD pasca banjir dengan nilai p-value sebesar 0,003. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan upaya pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dan kegiatan kebersihan lingkungan perlu dilakukan untuk menurunkan risiko penularan DBD setelah banjir.
HUBUNGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DENGAN MENGHILANGKAN RASA SAKIT GIGI DI DESA BAK DILIP KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR Putri Rahmaika; Cut Ratna Keumala; Finaul Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.4057

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang cukup tinggi, khususnya di wilayah pedesaan. Sakit gigi merupakan salah satu keluhan yang sering dialami masyarakat dan dapat berdampak pada kualitas hidup, aktivitas sehari-hari, serta produktivitas individu. Keterbatasan akses pelayanan kesehatan dan faktor ekonomi mendorong masyarakat untuk memanfaatkan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan. Namun, efektivitas penggunaan obat tradisional sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat dalam penggunaan obat tradisional dengan menghilangkan rasa sakit gigi di Desa Bak Dilip Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 46 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai penggunaan obat tradisional (65%). Sebanyak 59% responden menyatakan penggunaan obat tradisional tidak mampu menghilangkan rasa sakit gigi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dalam penggunaan obat tradisional dengan menghilangkan rasa sakit gigi. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berhubungan secara signifikan dengan keberhasilan penggunaan obat tradisional dalam menghilangkan rasa sakit gigi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan promosi kesehatan gigi dan mulut terkait penggunaan obat tradisional yang aman dan efektif.
HUBUNGAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DENGAN GINGIVITIS PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR Nurdin Nurdin; Amiruddin Amiruddin; Finaul Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5528

Abstract

Ibu hamil cenderung mengabaikan kebersihan dirinya, termasuk kebersihan gigi dan mulutnya. Sehingga ibu hamil sering mengalami beberapa gangguan pada rongga mulutnya antara lain gingivitis, dan peradangan pada gusi. Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan penulis terhadap 10 orang ibu hamil yang dilakukan pemeriksaan kebersihan mulut dan pemeriksaan status gingivitis, didapatkan 9 orang ibu hamil memiliki OHIS dengan kategori buruk dan 1 orang ibu hamil memiliki OHIS dengan kategori sedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebersihan gigi dan mulut dengan gingivitis pada ibu hamil di Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional melalui metode pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut dan status gingivitis. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 30 orang ibu hamil dengan teknik accidental sampling. Analisa data menggunakan uji statistic yaitu uji Chi-square. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa status kebersihan gigi dan mulut pada kategori sedang memiliki gingivitis dalam kriteria peradangan sedang yaitu 5 orang (17%) dan status kebersihan gigi dan mulut pada kategori buruk memiliki gingivitis dalam kriteria peradangan berat yaitu 10 orang (33%). Berdasarkan hasil uji statistik bahwa ada hubungan antara kebersihan gigi dan mulut pada ibu hamil dengan gingivitis ( p = 0,00). Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ada hubungan kebersihan gigi dan mulut dengan gingivitis pada ibu hamil. Dan disarankan kepada ibu hamil untuk lebih meningkatkan kesadaran agar selalu menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulutnya di masa-masa kehamilan.
EDUKASI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PASCA BANJIR MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI GAMPONG MEUNASAH LHOK, KABUPATEN PIDIE JAYA Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria; Siti Samaniyah; Rahmat Akbar; Syarifah Asyura; Rouzatun Nisa; Ulfa Husna Dhirah; Nurdin Nurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di daerah tropis, termasuk Indonesia. Kondisi pasca banjir dapat meningkatkan risiko penularan DBD karena adanya genangan air, sampah, barang bekas, dan tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahan DBD dapat menyebabkan rendahnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama setelah banjir. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pembagian media edukasi mengenai pencegahan DBD dan penerapan 3M Plus. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat antusias dan aktif mengikuti edukasi. Peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai penularan DBD, tanda dan gejala, tempat perkembangbiakan nyamuk, pentingnya kebersihan lingkungan, serta upaya pencegahan DBD setelah banjir. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan 3M Plus secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan, memberantas sarang nyamuk, serta berperan aktif dalam mencegah penularan DBD pasca banjir secara berkelanjutan.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA ROKOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH DAN LEAFLET PADA SISWA KELAS I DI SMP SWASTA ISLAM JAMIAH AL-AZIZIYAH BATEE ILIEK SAMALANGA KABUPATEN BIREUN TAHUN 2018 Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Siti Samaniyah; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4835

Abstract

Salah satu penyebab tingginya perokok dikalangan remaja adalah kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Pengetahuan tentang bahaya merokok yaitu segala sesuatu dan informasi yang diperoleh mengenai hal yang berhubungan dengan bahaya merokok, Penggunaan metode dan media yang tepat dapat mempengaruhi pengetahuan responden. Penelitian ini ingin mengkaji Perbandingan Efektifitas Peningkatan Pengetahuan Tentang Bahaya Rokok dengan Menggunakan Metode Ceramah dan Leaflet Pada Siswa Kelas I di SMP Swasta Islam Jamiah Al-aZIziyah Batee Iliek Samalanga Kabupaten Bireuen.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design, dengan rancangan pretest-posttest two group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SMP sebanyak 60 siswa. Sampel sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang pada kelompok kasus (metode ceramah) dan 30 orang pada kelompok kontrol (kelompok leaflet). Pengumpulan data  dilakukan dari tanggal 08 sampai dengan 22 Januari 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan uji statistik non parametrik (t-tes) dengan ? = 0,05. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok melalui ceramah (p value= 0,011) dan ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok melalui leaflet (p value= 0,001). Dari hasil uji independen sampel t-tes dapat disimpulkan media promosi leaflet lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan tentang bahaya merokok (p value 0,023).Disarankan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen agar dapat melakukan penyuluhan dengan menggunakan metode leflet guna meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok bagi kesehatan
GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PEROKOK DI DUSUN PAYA SERNGI DESA TIMANGAN GADING KECAMATAN KEBAYAKAN KABUPATEN ACEH TENGAH Nurdin Nurdin; Henny Febriani; Wirza Wirza; Amiruddin Amiruddin; Finaul Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4799

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut merupakan keadaan dimana mulut bebas dari plak dan kalkulus, kebersihan gigi dan mulut ditentukan oleh sisa makanan, plak, kalkulus, material alba, dan noda stain pada permukaan gigi. hasil wawancara dan pemeriksaan yang dilakukan di dusun paya serngi desa timang gading ditemukan masalah bahwa rata rata masyarakat dusun paya serngi, tidak melakukan pemeliharaan terhadap kesehatan gigi dan mulut seperti menyikat gigi dua kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut setiap enam bulan sekali. Rumusan masalah bagaimana gambaran status kebersihan gigi dan mulut pada perokok. Tujuan untuk mengetahui gambaran status kebersihan gigi dan mulut perokok di dusun paya serngi desa timangan gading kecamatan kebayakan kabupaten aceh tengah.Penelitian ini bersifat deskriptif, dilakukan dengan pemeriksaan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 kepala keluarga yang merokok di desa timangan gading kecamatan kebayakan kabupaten aceh tengah dengan menggunakan teknik purposif sampling.Hasil penelitian yang di dapat dari 30 sampel kepala keluarga Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah tengah pada kategori baik dengan jumlah 5 orang (16,67%), kategori sedang 16 orang (53,33%), dan kategori buruk 9 orang (30%).Kesimpulan yang di dapat bahwa status kebersihan gigi dan mulut perokok di Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah berada pada kategori sedang dengan jumlah 16 orang (53,33%). Saran untuk masyarakat Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading agar lebih menjaga kesahatan gigi dan mulut nya, dengan cara menyikat gigi pagi dan malam sebelum tidur, serta melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali ke puskesmas.