Pertumbuhan penduduk Jakarta yang pesat telah mendorong pembangunan pulau-pulau reklamasi di pesisir utara kota tersebut. Namun, keberadaan lapisan pasir lepas yang tebal membuat kawasan ini sangat rentan terhadap likuefaksi. Penelitian ini bertujuan untuk memitigasi risiko tersebut dengan menginterpretasikan kondisi tanah hingga kedalaman 20 m menggunakan data SPT dan borehole yang tersebar di seluruh pulau. Dengan menyertakan data gempa Rengasdengklok tahun 2007 berkekuatan 7,5 Mw, studi ini menggunakan metode yang disederhanakan untuk menentukan Faktor Keamanan (FS) dan Indeks Potensi Likuefaksi (LPI). Teknik perbaikan tanah yang digunakan yaitu Stone Columns (SC) akan dievaluasi sebagai alternatif desain. Untuk memastikan efisiensi biaya, metode didesain dengan target FS sebesar 1,20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SC memerlukan diameter 1 m dengan jarak antar kolom 1,5–3,5 m. Desain perbaikan tanah diterapkan menggunakan pola segitiga untuk memaksimalkan stabilitas tanah dan memitigasi potensi likuefaksi secara efektif.
Copyrights © 2026