Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan kejadian yang berfluktuasi dan berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga memerlukan sistem surveilans yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem surveilans DBD di wilayah kerja Puskesmas Cilembang Kota Tasikmalaya Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan mix method dengan desain deskriptif eksploratif. Data kuantitatif diperoleh dari seluruh kasus DBD tahun 2025, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis dilakukan berdasarkan komponen sistem surveilans (input, proses, output) dan atribut surveilans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem surveilans telah berjalan sesuai alur, mulai dari pengamatan hingga diseminasi informasi. Jumlah kasus tercatat sebanyak 13 kasus, didominasi Kelurahan Argasari (77%), kelompok umur 5–14 tahun, dan perempuan (77%). Namun, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan sarana dan sumber daya manusia serta belum optimalnya pengolahan data secara real-time. Kesimpulan penelitian ini adalah sistem surveilans DBD telah berjalan cukup baik namun belum optimal, sehingga diperlukan penguatan kapasitas petugas, peningkatan sarana, dan pengembangan sistem pelaporan berbasis digital untuk mendukung pengendalian DBD secara lebih efektif.
Copyrights © 2026