Pemanfaatan tanah masam Ultisol untuk media pembibitan kakao dihadapkan pada kendala rendahnya tingkat kesuburan. Oleh karena itu, perlu penambahan amelioran agar kualitas kimia, fisika, dan biologi tanah menjadi lebih baik. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh pupuk organik kulit buah kakao dan arang hayati terhadap sifat kimia dan biologi tanah media pembibitan dan dampaknya terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Tanah dan Laboratorium Kesuburan Tanah, Institut Pertanian Bogor dan Kebun Percobaan Pakuwon, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Sukabumi, mulai Juni 2014 sampai Februari 2015. Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap (RAL) dengan susunan perlakuan faktorial tiga faktor yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah pemberian pupuk organik (tanpa pupuk organik dan dengan pupuk organik 10%). Faktor kedua adalah jenis arang hayati (sekam padi dan kayu sengon). Faktor ketiga adalah dosis arang hayati (0%, 1%, 2%, 4%, dan 6% dari bobot media pembibitan). Pengamatan dilakukan terhadap sifat kimia dan biologi media pembibitan, serta pertumbuhan bibit kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik atau arang kayu sengon nyata meningkatkan C-organik dan nisbah C/N. Peningkatan dosis arang hayati atau pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pH, N total, dan respirasi mikrob, sedangkan tanpa pupuk organik dapat meningkatkan populasi jamur, tetapi tidak dapat meningkatkan bobot kering bibit. Kombinasi arang hayati dan pupuk organik memperbesar diameter batang dan bobot kering tajuk bibit kakao.
Copyrights © 2017