Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan proses deteksi dini secara cepat dan akurat agar risiko komplikasi dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan penyakit Diabetes Melitus menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dengan algoritma Multi-Layer Perceptron. Dataset yang digunakan terdiri dari 100.000 data dengan 9 atribut, yaitu gender, age, hypertension, heart disease, smoking history, body mass index, HbA1c level, blood glucose level, dan diabetes sebagai target klasifikasi. Setelah dilakukan pengecekan data, tidak ditemukan missing value, namun terdapat 3.854 data duplikat sehingga jumlah data setelah pembersihan menjadi 96.146 data. Proses penelitian meliputi preprocessing data, encoding fitur kategorikal, standardisasi fitur numerik, pembagian data training dan testing, pemodelan Multi-Layer Perceptron, serta evaluasi performa model. Model yang digunakan memiliki beberapa hidden layer dengan aktivasi ReLU, batch normalization, dropout, dan output sigmoid untuk klasifikasi biner. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model memperoleh accuracy sebesar 0,9715548622, precision sebesar 0,9939810834, recall sebesar 0,6816037736, F1-score sebesar 0,8086743617, dan ROC-AUC sebesar 0,9749626265. Berdasarkan hasil tersebut, algoritma Multi-Layer Perceptron mampu memberikan performa klasifikasi yang baik, khususnya dalam membedakan pasien non-diabetes dan diabetes berdasarkan atribut kesehatan yang tersedia.
Copyrights © 2026