Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas dan solvabilitas terhadap profitabilitas pada sektor telekomunikasi Indonesia yang bersifat padat modal (capital intensive). Selama periode 2020–2024, industri telekomunikasi menghadapi dinamika pemulihan ekonomi pascapandemi yang memengaruhi stabilitas rasio keuangan perusahaan. Variabel independen yang digunakan adalah Current Ratio (CR), Debt to Asset Ratio (DAR), dan Debt to Equity Ratio (DER), dengan Return on Asset (ROA) sebagai variabel dependen. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling, menghasilkan 10 perusahaan sampel dengan total 200 observasi berbasis data laporan keuangan kuartalan. Analisis data menggunakan regresi data panel melalui EViews 13, di mana hasil pemilihan model terbaik melalui Uji Chow dan Uji Hausman menunjukkan Fixed Effect Model (FEM) sebagai model yang paling sesuai. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa CR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA (prob. 0,8378), DAR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA (prob. 0,4566), sedangkan DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA (prob. 0,0000). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai Adjusted R-Squared sebesar 54,97%. Temuan ini menyarankan manajemen perusahaan untuk melakukan restrukturisasi modal guna menjaga tingkat DER tetap optimal demi keberlanjutan profitabilitas.
Copyrights © 2026