Penelitian ini bertujuan merancang strategi retensi karyawan yang efektif di CV Baru Jaya, perusahaan kontraktor bangunan di Jawa Tengah, melalui integrasi metode Delphi dan analisis GAP. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods: Delphi untuk memperoleh konsensus faktor kunci retensi dari perspektif internal manajemen, dan GAP untuk mengukur kesenjangan antara harapan (H) dan kenyataan (K) yang dirasakan karyawan (GAP = K − H). Responden terdiri dari 4 panel ahli (internal perusahaan) dan 42 karyawan sebagai responden kuesioner GAP. Hasil Delphi menunjukkan faktor retensi yang dinilai paling penting meliputi kompensasi & kesejahteraan, lingkungan kerja, kepemimpinan, work-life balance, pelatihan & pengembangan kompetensi, serta budaya organisasi, dengan kompensasi dan lingkungan kerja memperoleh penilaian mean tertinggi. Delphi putaran ketiga menunjukkan konsensus 100% bahwa faktor-faktor prioritas tersebut relevan sebagai dasar penyusunan strategi retensi. Analisis GAP memperlihatkan kesenjangan total relatif kecil (H = 4,2698; K = 4,2637; GAP = −0,0061), namun pada tingkat dimensi terdapat gap negatif yang perlu perbaikan, terutama pengembangan karir (−0,05) dan kompensasi & kesejahteraan (−0,04), sedangkan work-life balance menunjukkan gap positif (+0,05) yang menandakan kondisi telah melampaui harapan. Integrasi Delphi–GAP menetapkan prioritas kebijakan: perbaikan utama pada kompensasi & kesejahteraan serta lingkungan kerja; perbaikan terarah pada pengembangan karir; monitoring/penguatan pada kepemimpinan & komunikasi; serta mempertahankan dan menstandarkan work-life balance. Penelitian ini menyimpulkan retensi karyawan di CV Baru Jaya tergolong baik, namun masih dapat ditingkatkan melalui strategi berbasis prioritas untuk menutup gap pada dimensi kritis.
Copyrights © 2026