Tomycho Olviana
Universitas Nusa Cendana Kupang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Dan Pemberdayaan Psikologis Studi Komperatif Pada : Institut Teknologi Alberth Foenay Alferd Yacob Evander Foenay; Rolland E. Fanggidae; Tomycho Olviana
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i3.10415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja dan pemberdayaan psikologis pada Institut Teknologi Alberth Foenay (ITAF) Kota Kupang. Kepemimpinan dalam penelitian ini dipahami sebagai kemampuan pimpinan untuk memengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi bawahan guna mencapai tujuan organisasi. Kepuasan kerja diartikan sebagai perasaan positif pegawai terhadap pekerjaan yang mencerminkan terpenuhinya kebutuhan dan harapan mereka di tempat kerja. Pemberdayaan psikologis menggambarkan kondisi di mana individu merasa memiliki makna, kompetensi, kemandirian, dan pengaruh terhadap pekerjaannya. Sementara itu, kinerja karyawan diartikan sebagai hasil kerja yang dicapai pegawai berdasarkan standar yang ditetapkan organisasi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Partial Least Squares (PLS) melalui software SmartPLS 3.0., dengan sampel 47 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja dan pemberdayaan psikologis, serta secara langsung berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Namun, kepuasan kerja tidak memediasi secara signifikan pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja (p-value 0.514 > 0.05), sedangkan pemberdayaan psikologis terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara kepemimpinan dan kinerja karyawan (p-value 0.007 < 0.05).Temuan ini mengindikasikan bahwa di lingkungan ITAF Kota Kupang, gaya kepemimpinan yang efektif mampu meningkatkan kinerja karyawan terutama melalui peningkatan pemberdayaan psikologis. Artinya, ketika pimpinan memberikan kepercayaan, kesempatan berinisiatif, dan ruang bagi karyawan untuk berkontribusi, maka mereka akan merasa lebih berdaya, termotivasi, dan menunjukkan kinerja yang lebih optimal.
Perancangan Strategi Retensi Karyawan Menggunakan Metode Delphi Dan Analisis Gap di CV Baru Jaya Adam Ma’mun Ahsanudin; Apriana H.J. Fanggidae; Tomycho Olviana
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/dfb6n034

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang strategi retensi karyawan yang efektif di CV Baru Jaya, perusahaan kontraktor bangunan di Jawa Tengah, melalui integrasi metode Delphi dan analisis GAP.  Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods: Delphi untuk memperoleh konsensus faktor kunci retensi dari perspektif internal manajemen, dan GAP untuk mengukur kesenjangan antara harapan (H) dan kenyataan (K) yang dirasakan karyawan (GAP = K − H).  Responden terdiri dari 4 panel ahli (internal perusahaan) dan 42 karyawan sebagai responden kuesioner GAP. Hasil Delphi menunjukkan faktor retensi yang dinilai paling penting meliputi kompensasi & kesejahteraan, lingkungan kerja, kepemimpinan, work-life balance, pelatihan & pengembangan kompetensi, serta budaya organisasi, dengan kompensasi dan lingkungan kerja memperoleh penilaian mean tertinggi.  Delphi putaran ketiga menunjukkan konsensus 100% bahwa faktor-faktor prioritas tersebut relevan sebagai dasar penyusunan strategi retensi. Analisis GAP memperlihatkan kesenjangan total relatif kecil (H = 4,2698; K = 4,2637; GAP = −0,0061), namun pada tingkat dimensi terdapat gap negatif yang perlu perbaikan, terutama pengembangan karir (−0,05) dan kompensasi & kesejahteraan (−0,04), sedangkan work-life balance menunjukkan gap positif (+0,05) yang menandakan kondisi telah melampaui harapan.  Integrasi Delphi–GAP menetapkan prioritas kebijakan: perbaikan utama pada kompensasi & kesejahteraan serta lingkungan kerja; perbaikan terarah pada pengembangan karir; monitoring/penguatan pada kepemimpinan & komunikasi; serta mempertahankan dan menstandarkan work-life balance.  Penelitian ini menyimpulkan retensi karyawan di CV Baru Jaya tergolong baik, namun masih dapat ditingkatkan melalui strategi berbasis prioritas untuk menutup gap pada dimensi kritis.
Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Dan Pemberdayaan Psikologis Studi Komperatif Pada : Institut Teknologi Alberth Foenay Alferd Yacob Evander Foenay; Rolland E. Fanggidae; Tomycho Olviana
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i3.10415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja dan pemberdayaan psikologis pada Institut Teknologi Alberth Foenay (ITAF) Kota Kupang. Kepemimpinan dalam penelitian ini dipahami sebagai kemampuan pimpinan untuk memengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi bawahan guna mencapai tujuan organisasi. Kepuasan kerja diartikan sebagai perasaan positif pegawai terhadap pekerjaan yang mencerminkan terpenuhinya kebutuhan dan harapan mereka di tempat kerja. Pemberdayaan psikologis menggambarkan kondisi di mana individu merasa memiliki makna, kompetensi, kemandirian, dan pengaruh terhadap pekerjaannya. Sementara itu, kinerja karyawan diartikan sebagai hasil kerja yang dicapai pegawai berdasarkan standar yang ditetapkan organisasi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Partial Least Squares (PLS) melalui software SmartPLS 3.0., dengan sampel 47 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja dan pemberdayaan psikologis, serta secara langsung berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Namun, kepuasan kerja tidak memediasi secara signifikan pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja (p-value 0.514 > 0.05), sedangkan pemberdayaan psikologis terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara kepemimpinan dan kinerja karyawan (p-value 0.007 < 0.05).Temuan ini mengindikasikan bahwa di lingkungan ITAF Kota Kupang, gaya kepemimpinan yang efektif mampu meningkatkan kinerja karyawan terutama melalui peningkatan pemberdayaan psikologis. Artinya, ketika pimpinan memberikan kepercayaan, kesempatan berinisiatif, dan ruang bagi karyawan untuk berkontribusi, maka mereka akan merasa lebih berdaya, termotivasi, dan menunjukkan kinerja yang lebih optimal.