Pertumbuhan jumlah lanjut usia lansia di dunia, termasuk di Indonesia, diproyeksikan terus meningkat hingga lebih dari 2 miliar pada tahun 2050. Kondisi ini menimbulkan berbagai tantangan terhadap kesejahteraan lansia, khususnya risiko penelantaran akibat rendahnya perhatian keluarga, keterbatasan ekonomi, serta minimnya dukungan sosial yang berdampak pada kesepian dan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain karakter dan konsep cerita yang mengangkat kerentanan lansia yang ditinggalkan dalam keluarga sebagai media edukatif untuk meningkatkan kesadaran keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi literatur dengan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia cenderung mengalami keterbatasan interaksi keluarga dan dukungan emosional. Berdasarkan temuan tersebut, dihasilkan desain karakter lansia dengan pendekatan visual yang merepresentasikan kondisi fisik dan emosional, serta konsep cerita yang menekankan nilai empati dan kedekatan keluarga sebagai upaya membangun kesadaran terhadap pemenuhan kebutuhan fisik, sosial, dan emosional lansia.
Copyrights © 2026