Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antarpribadi dalam keluarga di era digital di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah cara anggota keluarga berinteraksi, yang semula didominasi komunikasi tatap muka kini bergeser menjadi komunikasi yang dilakukan melalui media digital seperti pesan instan dan panggilan video. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 10 informan yang terdiri dari 5 orang tua dan 5 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga di Desa Waai bersifat hibrid, menggabungkan komunikasi tatap muka dan komunikasi melalui media digital. Perubahan ini dipengaruhi oleh tujuh faktor utama: teknologi, generasi, sosial-ekonomi, budaya lokal, lingkungan sosial, kondisi geografis, dan kebijakan keluarga. Media digital memberikan dampak positif seperti kemudahan komunikasi jarak jauh, tetapi juga menciptakan dampak negatif termasuk berkurangnya intensitas komunikasi langsung dan munculnya fenomena 'alone together' dalam keluarga. Nilai-nilai budaya lokal Maluku seperti pela gandong, masohi, dan tradisi penghormatan keluarga berfungsi sebagai faktor penyeimbang terhadap dampak negatif digitalisasi.
Copyrights © 2026