Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Performance Measurement and Management (PMM) terhadap kinerja keberlanjutan yang dimediasi oleh Supply-side Governance (SSG) dan Demand-side Governance (DSG). Penelitian ini merupakan studi survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ritel di Kabupaten Sleman, dengan sampel sebanyak 60 UMKM ritel di Kabupaten Sleman yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria UMKM yang telah beroperasi minimal dua tahun serta memiliki mekanisme evaluasi kinerja dan umpan balik pelanggan. Data yang digunakan merupakan data primer. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) PMM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,316; p = 0,007), (2) PMM berpengaruh positif dan signifikan terhadap SSG (β = 0,478; p < 0,001), (3) PMM berpengaruh positif dan signifikan terhadap DSG (β = 0,442; p < 0,001), (4) SSG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,384; p < 0,001), (5) DSG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,213; p = 0,022), serta (6) SSG dan DSG memediasi pengaruh PMM terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,038; p = 0,041). Nilai R² menunjukkan sebesar 0,567 untuk kinerja keberlanjutan, 0,477 untuk DSG, dan 0,215 untuk SSG.
Copyrights © 2026