Penilaian perkembangan Nilai Agama Islam pada anak usia dini merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter sejak masa keemasan. Namun, hasil observasi awal di Taman Kanak-kanak Adzkia Air Bangis menunjukkan bahwa pelaksanaan asesmen yang dilakukan masih bersifat konvensional, sehingga belum mampu merekam perkembangan anak secara optimal, terutama pada aspek perilaku keagamaan yang bersifat kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asesmen autentik digital dalam menilai perkembangan Nilai Agama Islam anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi anak kelompok usia 5–6 tahun dan guru kelas, serta melibatkan orang tua sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan asesmen autentik digital mampu mempermudah guru dalam melakukan pencatatan, dokumentasi, dan pelaporan perkembangan anak secara lebih sistematis dan akurat. Selain itu, model ini juga meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses penilaian, sehingga data yang diperoleh menjadi lebih komprehensif. Dengan demikian, asesmen autentik digital dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas penilaian Nilai Agama Islam anak sesuai dengan tuntutan era digital.
Copyrights © 2026