Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan penyebab permainan tradisional dan pengaruhnya terhadap rangsangan motorik pada anak usia dini. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data terdiri dari observasi yang melibatkan partisipasi, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini diadakan di PAUD Kartini dengan subjek yang terdiri dari anak-anak berusia 5 sampai 6 tahun, guru, orang tua, serta masyarakat di sekitarnya. Temuan penelitian mengidentifikasi lima faktor utama yang menyebabkan hilangnya permainan tradisional: (1) dominasi teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari anak, (2) perubahan pola asuh orang tua yang lebih protektif dan praktis, (3) terbatasnya ruang untuk bermain di luar, (4) kurangnya dukungan sosial dari lingkungan, dan (5) gaya hidup modern yang lebih mementingkan efisiensi waktu. Dampak yang teridentifikasi termasuk penurunan kemampuan motorik kasar dan halus anak serta hilangnya nilai-nilai sosial seperti kerjasama dan empati. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan deskripsi empiris berdasarkan penelitian lapangan mengenai faktor-faktor sosio-kultural yang menyebabkan hilangnya permainan tradisional, yang bisa menjadi landasan untuk kerjasama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam merancang intervensi yang berlandaskan kearifan lokal.
Copyrights © 2026