enelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembuangan sampah non-organik rumah tangga terhadap kualitas fisik tanah di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Jember. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan warga setempat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ketiadaan fasilitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi pemicu utama masyarakat membuang sampah campuran di lahan terbuka dan pekarangan. Temuan lapangan menunjukkan adanya sampah plastik (seperti kemasan bumbu instan) yang tetap utuh meski telah tertimbun selama tiga tahun, yang secara nyata menghambat siklus hara alami. Analisis fisik menunjukkan bahwa tanah yang terpapar sampah memiliki tekstur lebih padat, menggumpal, kering, dan berbau asam dibandingkan dengan tanah subur yang remah dan lembap. Selain itu, biota tanah seperti cacing pada area terdampak sampah tampak lebih kusam dan pucat akibat pengaruh polutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku manajemen sampah yang buruk berdampak langsung pada degradasi ekosistem tanah dan memerlukan solusi berupa penyediaan fasilitas pengelolaan sampah serta edukasi berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Copyrights © 2026