Anestesi umum banyak digunakan dalam tindakan pembedahan, namun berisiko menimbulkan komplikasi terutama pada sistem pernapasan, salah satunya penurunan saturasi oksigen. Kebiasaan merokok diketahui dapat mengganggu fungsi paru dan transportasi oksigen akibat paparan karbon monoksida. Mengetahui efek kebiasaan merokok terhadap stabilitas saturasi oksigen pasca anestesi umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect pada rentang tahun 2016–2025. Kriteria inklusi meliputi penelitian kuantitatif dengan desain cohort yang melibatkan pasien perokok yang menjalani anestesi umum serta melaporkan saturasi oksigen pascaoperasi. Penilaian kualitas studi menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI). Sebanyak 8 studi memenuhi kriteria inklusi. asil kajian menunjukkan bahwa pasien perokok cenderung mengalami penurunan saturasi oksigen yang lebih signifikan dibandingkan non-perokok setelah anestesi umum. Hal ini disebabkan oleh gangguan fungsi paru, peningkatan sekresi saluran napas, serta pembentukan karboksihemoglobin yang menghambat distribusi oksigen ke jaringan. Selain itu, perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipoksia dan komplikasi respirasi pascaoperasi. Kebiasaan merokok berpengaruh terhadap penurunan stabilitas saturasi oksigen pasca anestesi umum. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi perioperatif yang komprehensif serta anjuran penghentian merokok sebelum tindakan operasi.
Copyrights © 2026