Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan prinsip materialitas dalam laporan keberlanjutan, menganalisis faktor penyebab kesenjangan materialitas, serta dampaknya terhadap strategi keberlanjutan perusahaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada PT Unilever Indonesia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berdasarkan laporan keberlanjutan 2023–2024 menggunakan analisis konten berbasis pedoman GRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perusahaan telah menerapkan prinsip materialitas, namun terdapat perbedaan konsistensi pengungkapan. BRI cenderung stabil, sementara Unilever mengalami penurunan pada beberapa indikator di 2024. Hal ini menunjukkan adanya materiality gap yang dipengaruhi oleh karakteristik industri, strategi bisnis, tata kelola, dan keterlibatan stakeholder. Penelitian ini menegaskan bahwa keselarasan antara isu material dan pengungkapan dapat meningkatkan efektivitas strategi keberlanjutan dan kepercayaan stakeholder, sedangkan ketidakkonsistenan dapat menurunkan kredibilitas laporan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesenjangan tersebut meliputi karakteristik industri, strategi bisnis, kualitas tata kelola, serta tingkat keterlibatan stakeholder. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menghadirkan bukti empiris mengenai kesenjangan materialitas dalam konteks perbandingan lintas sektor di Indonesia. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa keselarasan antara isu material dan pengungkapan dapat meningkatkan efektivitas strategi keberlanjutan dan kepercayaan stakeholder, sedangkan ketidakkonsistenan pengungkapan berpotensi menurunkan kredibilitas laporan.
Copyrights © 2026