Rendahnya literasi kesehatan reproduksi dan masih kuatnya ketimpangan gender menjadi masalah sosial yang perlu mendapat perhatian dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Masalah tersebut tampak pada kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, keluarga berencana, pencegahan kekerasan seksual, stigma terhadap kelompok rentan, serta perlindungan perempuan dan anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat literasi kesehatan reproduksi dan kesadaran kesetaraan gender melalui edukasi komunitas bersama PKBI NTB. Metode yang digunakan adalah edukasi komunitas berbasis partisipatif dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan materi, pelaksanaan edukasi dan diskusi, observasi respons peserta, refleksi, serta evaluasi program. Data diperoleh melalui observasi lapangan, diskusi, telaah dokumen kegiatan, review jurnal, presentasi kasus, dan pengalaman lapangan selama kegiatan di PKBI NTB. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan edukasi mampu meningkatkan pemahaman peserta dan pelaksana mengenai kesehatan reproduksi, keluarga berencana, HIV/AIDS, kekerasan berbasis gender, serta pentingnya dukungan terhadap kelompok rentan. Pengabdian ini juga menemukan bahwa stigma sosial dan ketimpangan gender masih menjadi hambatan dalam perlindungan perempuan, anak, penyintas kekerasan, dan ODHA. Kesimpulannya, edukasi komunitas bersama PKBI NTB dapat menjadi strategi awal untuk memperkuat kesadaran kesehatan reproduksi dan kesetaraan gender secara lebih partisipatif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026