Tele-dentistry menjadi inovasi yang semakin relevan dalam perawatan ortodonti karena perawatan ortodonti membutuhkan pemantauan berkelanjutan, kepatuhan pasien, serta deteksi dini terhadap masalah alat ortodonti. Monitoring ortodonti jarak jauh yang didukung aplikasi digital dan kecerdasan buatan berpeluang mengurangi kunjungan tatap muka yang tidak diperlukan tanpa menghilangkan supervisi klinis. Artikel ini bertujuan menganalisis tantangan dan peluang tele-dentistry dalam monitoring perawatan ortodonti, khususnya terkait efektivitas klinis, akurasi kecerdasan buatan, penerimaan pasien, isu etik, keamanan data, dan implementasinya di Indonesia. Artikel ini menggunakan metode scoping literature review dengan sintesis naratif. Literatur ditelusuri melalui PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, Google Scholar, serta dokumen regulasi Indonesia yang relevan. Kata kunci yang digunakan meliputi “teledentistry,” “tele-orthodontics,” “remote monitoring,” “Dental Monitoring,” “artificial intelligence,” “clear aligner,” “orthodontic treatment,” dan “Indonesia.” Artikel yang diprioritaskan adalah publikasi tahun 2018–2025 berupa penelitian primer, uji acak terkontrol, studi kohort retrospektif, studi akurasi diagnostik, survei, tinjauan sistematis, dan dokumen kebijakan. Bukti menunjukkan bahwa monitoring ortodonti jarak jauh dapat mengurangi kunjungan tatap muka sekitar 1,5 hingga 3,5 kunjungan tanpa menurunkan luaran klinis utama pada kasus terpilih, terutama terapi clear aligner. Kecerdasan buatan menunjukkan performa diagnostik tinggi dalam mendeteksi masalah alat yang tampak secara visual, seperti bracket debonding, kehilangan kawat ikat, dan terbukanya klip self-ligating. Namun, bukti mengenai durasi perawatan, efektivitas biaya jangka panjang, penilaian jaringan lunak, dan generalisasi hasil masih terbatas. Dalam konteks Indonesia, tele-dentistry memiliki potensi strategis untuk meningkatkan akses perawatan ortodonti, tetapi membutuhkan protokol klinis, informed consent, perlindungan data, literasi digital, dan integrasi dengan rekam medis elektronik. Tele-dentistry perlu diposisikan sebagai komponen pelengkap dalam model perawatan ortodonti hibrida, bukan pengganti pemeriksaan klinis langsung. Aplikasi yang paling kuat adalah monitoring clear aligner, triase masalah alat, penguatan kebersihan mulut, dan pemantauan retensi pada kasus terpilih.
Copyrights © 2026