Pandemi Covid-19 mempercepat transformasi digital yang mengubah interaksi sosial dan praktik keagamaan. Gereja menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan perkembangan digital, terutama dalam menjangkau Generasi Z yang merupakan digital native. Diperlukan pendekatan kepemimpinan yang inovatif dan relevan, salah satunya dengan mengadopsi kepemimpinan transformasional yang memanfaatkan teknologi digital dan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan transformasional dalam menjangkau Generasi Z di era digital dan merumuskan strategi multiplikasi kepemimpinan gereja yang efektif. Penelitian Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan kajian literatur untuk menganalisis tantangan, karakteristik Generasi Z, serta model kepemimpinan yang efektif dalam konteks digital. Kepemimpinan transformasional, dengan karakteristik idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration, relevan untuk menjangkau Generasi Z. Pemanfaatan teknologi digital dan media sosial menjadi kunci dalam pemuridan dan pembangunan komunitas iman. Strategi multiplikasi kepemimpinan dilakukan melalui identifikasi, pelatihan, pemberdayaan, dan pendampingan yang berkelanjutan. Gereja perlu mengadopsi kepemimpinan transformasional dan menerapkan lima strategi utama: membangun budaya kepemimpinan inklusif, mengidentifikasi pemimpin potensial, menyediakan pelatihan terstruktur, mendelegasikan tanggung jawab, dan membangun sistem pendukung. Dengan demikian, gereja dapat tetap relevan dan berkembang dalam menjangkau Generasi Z di era digital.
Copyrights © 2026