Salah satu bagian dari fenomena yang terjadi dalam masyarakat bahkan dalam lingkungan gereja juga tidak terlepas dari konflik. Dalam interkasi kita dengan orang lain sering terjadi hal-hal diluar kita, konflik menimbulkan ketidakpastian. Bahkan, ketidakpastian yang muncul selama konflik sering kali menyebabkan konflik tersebut berujung pada hal-hal yang negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan teoretis mengenai konflik dalam masyarakat serta peran pemimpin gereja melalui studi literatur. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah karya empat tokoh utama: Scot McKnight, Curtiss Paul DeYoung, Daniel Goleman, dan Peter Wallensteen. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif-kualitatif dengan tahapan inventarisasi gagasan pokok, pengelompokan konsep, perbandingan perspektif, dan penarikan sintesis teoretis. Hasilnya menunjukkan bahwa pemimpin gereja memiliki peran yang sangat vital dan strategis dalam menjaga hubungan dalam kehidupan gereja /umat juga dalam menjaga hubungan bermasyarakat. Pemimpin bertugas sebagai mediator, fasilitator proses kooperatif juga menjadi penggagas dalam menyelesaikan konflik dalam kehidupan bermasyarakat. Manajemen Konflik yang efektif tidak hanya menyelesaikan permasalahan yang terjadi tetapi juga membangun kehidupan umat dan masyarakat yang lebih aman,, adil, bermartabat dan damai.
Copyrights © 2026