Penelitian ini mengkaji konflik ideologi adat, agama, dan kapitalisme dalam cerpen “Bahagia” dengan menggunakan pendekatan ekokritik ideologis. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana pertarungan ideologi membentuk relasi manusia dengan alam serta memicu krisis ekologis dalam teks sastra. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui analisis teks sastra dengan memadukan teori ideologi sastra, teori hegemoni Antonio Gramsci, dan ekokritik ideologis. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam (close reading) terhadap cerpen “Bahagia” yang dipublikasikan di harian Republika pada 19 Januari 2020, dengan fokus pada kata, kalimat, dialog, dan bagian naratif yang merepresentasikan nilai ideologis dan relasi ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi adat dan agama berfungsi sebagai sistem etika ekologis yang memposisikan alam sebagai entitas sakral dan bernilai intrinsik, sedangkan ideologi kapitalisme tampil dominan dengan mengonstruksi alam sebagai komoditas ekonomi. Dominasi kapitalisme bekerja melalui mekanisme hegemoni yang mendelegitimasi nilai adat dan agama melalui stigmatisasi, normalisasi logika pasar, dan persetujuan sosial. Akibatnya, krisis ekologis direpresentasikan sebagai konsekuensi ideologis, bukan sekadar fenomena alamiah. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra berperan sebagai arena kritik ideologis dan ekologis.
Copyrights © 2026