Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah idealnya menjadi wujud kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Namun, munculnya berbagai polemik seperti kasus keracunan makanan dan inefisiensi anggaran mengindikasikan adanya krisis etika di tingkat pengelola. Penelitian ini bertujuan membedah nihilnya etika normatif dalam tata kelola kebijakan tersebut melalui perspektif filsafat moral Franz Magnis-Suseno. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan (orang tua murid, siswa, dan pengamat sosial) serta observasi terhadap fenomena polemik kebijakan di ruang publik. Teknik analisis data menggunakan pembacaan tekstual, verstehen, dan interpretasi filosofis untuk mensintesis data empiris dengan karya Etika Dasar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kegagalan kebijakan berakar pada hilangnya "rumah etika" di hulu pengambilan keputusan yang merusak martabat manusia demi ambisi teknokratis. Novelty penelitian ini terletak pada tawaran restorasi moral melalui reprioritasi anggaran berbasis etika kepedulian dan internalisasi nilai filosofis sebagai solusi atas dehumanisasi birokrasi dalam program MBG.
Copyrights © 2026