Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Kompetensi Kewarganegaraan dalam Upaya Konservasi Ekosistem Laut Melalui Keterlibatan Maumere Diver Community Ludovikus Bomans Wadu; Andri Fransiskus Gultom; Maria Regina Wesa Wunu
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 20 No. 2 April 2021
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v20i2.17563

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah suatu mata pelajaran wajib yang diterapkan disetiap jenjang Pendidikan di Indonesia agar dapat mengarahkan peserta didik untuk menjadikan pribadi yang berintelektual maupun berakhlak mulia sesuai dengan asas bangsa Indonesia. Untuk mencapai misi tersebut maka dibutuhkan kompetensi kewarganegaraan. Tulisan ini bertujuan menjelaskan penerapan PKn melalui Maumere Diver Community. Pendekatan kualitatif yang digunakan adalah kualitatif, jenis studi kasus, serta pada mengumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi yang termasuk dalam teknik triangulasi.berdasarkan hasil analisis data yakni reduksi, penyajian data, serta menarik kesimpulan bahwa penerapan PKn yang dilakukan memuat tiga kompetensi kewarganegaraan yakni kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Pada kompetensi pengetahuan warga negara diberi suatu edukasi tentang alam laut serta pengaruhnya bagi kehidupan mahkluk hidup serta pelatihan Diving. Maumere Diver Community menerapkan kompetensi sikap adalah dengan cara menajdi teladan bagi warga negara untuk menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan laut serta kelestariannya. Sedangkan pada kompetensi keterampilan, Maumere Diver Community berkolaborasi dengan komunitas Trash Hero dalam pengolahan sampah agar menambah nilai jual.
KRITIK WARGA PADA RUU OMNIBUS LAW DALAM PARADIGMA CRITICAL LEGAL STUDIES Andri Fransiskus Gultom; Marsianus Reresi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v10i1.8497

Abstract

Problem hukum termuat dalam draft Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja. Pemerintah sebagai lembaga eksekutif berintensi menyederhanakan, meringkaskan, dan mengakselarasi adanya hukum yang bisa merangkum semua demi semua kepentingan warga (omnibus law). Kritik dari warga bermunculan pasca draft RUU itu diusulkan ke Dewan Perwakilan Rakyat, karena ada beberapa kekeliruan substansial dan teknis. Penelitian ini akan mengkaji draft RUU dari perspektif Critical Legal Study (CLS). Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif analitik. Hasil penelitian ditemukan: (1) ada kekeliruan dalam pemberian nama pada draft Rancangan Undang-Undang Omnibus Law; (2) ada ketidaksesuaian di pasal 170 dari RUU tersebut dengan asas lex superior derogat legi inferior; (3) adanya ignorantia yang berkonsekuensi pada hidup para pekerja terkait dengan pemberian kewenangan penuh kebijakan di tangan para pengusaha. Keterlibatan pemerintah dan adanya pertimbangan dari serikat pekerja menjadi rekomendasi agar ada jaminan bagi para pekerja.Kata-kata kunci: kritik warga, omnibus law, critical legal study, warga sip
PENYEDIAAN AIR BERSIH DAN SANITASI : BENTUK KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Ludovikus Bomans Wadu; Andri Fransiskus Gultom; Fronialdus Pantus
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v10i2.9318

Abstract

Keterlibatan masyarakat dengan ikut melibatkan diri dalam kegiatan penyediaan air bersih dan sanitasi merupakan tujuan utama dalam penelitian ini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini memberikan gambaran kondisi masyarakat yang dengan sukarela terlibat dalam kegiatan-kegiatan untuk kepentingan bersama. Dalam konsep keterlibatan warga negara, tindakan ini merupakan perwujudan dari kompetensi kewarganegaraan terutama dalam bidang keterampilan warga negara. Keterampilan warga negara akan terwujud jika Warga negara menerapkan kewajibannya. Melalui keterlibatan masyarakat dalam penyediaan air bersih dan sanitasi untuk kepentingan bersama merupakan bentuk keterlibatan warga negara dalam pembangunan berkelanjutan.Kata Kunci ; Keterlibatan Masyarakat, Sanitasi, Pembangunan Berkelanjutan 
BAHASA RASIS PEMIMPIN PERGURUAN TINGGI DALAM PARADIGMA HISTORIS EDDIE COLE Andri Fransiskus Gultom
Metahumaniora Vol 12, No 2 (2022): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v12i2.38682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bahasa rasis dalam lingkup akademis. Bahasa rasis ditemukan dalam ungkapan atau ujaran dari para pemimpin perguruan tinggi untuk mendiskriminasi ras kulit hitam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan paradigma historis resistensi di kampus-kampus di Amerika Serikat. Beberapa metode yang digunakan: verstehen atau pembacaan teks dengan memahami terlebih dahulu data primer. deksripsi komparatif pada isu rasisme dalam konteks Indonesia. Untuk itu, penulis juga melakukan interpretasi yakni menafsirkan problem bahasa rasis dengan memahami situasi akademis di Indonesia dan memberi solusi. Temuan penelitian yaitu pertama, pemimpin perguruan tinggi adalah administrator pengambil kebijakan penting yang diharapkan untuk berbicara kepada publik ketika rasisme terjadi di kampus-kampus, namun sebagian dari mereka menyampaikan ujaran rasis. Kedua, bahasa rasis terungkap secara implisit dan eksplisit di universitas dalam beragam kebijakan, mulai dari saat pendaftaran, diskriminasi perumahan mahasiswa kulit hitam, sistem birokrasi perguruan tinggi yang berubah, konflik administrasi kampus, segregrasi, kekerasan di kampus dan problem hak-hak sipil. Rekomendasi penelitian bahwa affirmative action perlu dijalankan dalam bentuk komunikasi dan transformasi di perguruan tinggi.
PKM PENGEMBANGAN PRODUK MAKANAN OLAHAN BAHAN BAKU KEDELAI PADA IRT BIDO JAYA KABUPATEN MALANG MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PRODUKSI TEPAT GUNA Supami Wahyu Setiyowati; Andri Fransiskus Gultom; Asna Asna; Yoyok Seby Dwanoko
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10790

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang dimiliki oleh IRT Bido Jaya adalah kurangnya efisiensi dalam produksi karena keterbatasan produk, tampilan kemasan yang kurang sesuai standar industri makanan, manajemen usaha yang buruk karena tidak pernah melakukan riset pasar terhadap produk dan potensi produk, manajerial keuangan yang hanya berdasar kekeluargaan, menggunakan peralatan produksi yang manual. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi pengadaan alat produksi tepat guna, meningkatkan kualitas pengemasan dan manajemen usaha. Metode pelaksanaan yaitu pembelian alat dan pendampingan, workshop pendampingan dan simulasi, serta workshop dan pendampingan. Hasil dari penelitian ini berupa evaluasi tim Unikama yang didapatkan selama melakukan program kemitraan masyarakat (PKM) dapat membantu para IRT untuk bangkit kembali pasca covid dan memajukan usaha IRT di Indonesia. Saran yang disampaikan penulis bahwa perlu pendampingan dalam menggunakan aplikasi untuk media pemasaran terkait postingan foto produk dan video yang menarik minat pelanggan terutama bagi IRT yang awam terhadap penggunaan teknologi. Selain itu, perlu adanya paparan tentang strategi yang sangat matang dalam bisnis untuk mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan. Kata kunci: IRT (bido jaya); teknologi produksi tepat guna; manajemen usaha; riset pasar; digital marketing ABSTRACTThe problems that IRT Bido Jaya has are the lack of efficiency in production due to limited products, the appearance of packaging that does not match industrial food standards, poor business management because it has never conducted market research on products and product potential, financial management which is only based on kinship, using equipment manual production equipment. This research aims to provide solutions for procurement of appropriate production equipment, improve the quality of packaging and business management. The method of implementation is the purchase of tools and assistance, mentoring and simulation workshops, as well as workshops and mentoring. The results of this study are in the form of an evaluation by the Unikama team obtained during the community partnership program (PKM) that can help IRTs to bounce back post-covid and advance IRT businesses in Indonesia. The suggestion conveyed by the author is that assistance is needed in using applications for media marketing related to posting product photos and videos that attract customer interest, especially for IRT who are unfamiliar with the use of technology. In addition, there needs to be an explanation of a very mature strategy in business to anticipate unwanted things. Keywords: IRT (bido jaya); appropriate production technology; business management; market research; digital marketing
Mengapa Filsafat Perlu Ada di Jantung Pemikiran Civitas Academicus? Andri Fransiskus Gultom
Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): SOPHIA DHARMA
Publisher : Program Studi Filsafat Agama Hindu IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to reveal the ontological urgency of philosophy for the academic community in higher education. This research uses qualitative methods by conducting verstehen (understanding the text as a posttranslational datum from primary and secondary sources both verbatim and in thick description), trouble mapping (mapping problem sitting), interpretation (interpreting explicit and implicit messages). The results of the study found first, the existence of philosophy exists in forma and materia. Forma, in the onto-epistemological sense i.e. there is a thought anchored as a dialectical logos. Materia, namely, philosophy of existences as a system in the lex generalist curriculum in the form of a course that contains the history of thought (historical discourse) in tension with schemes, between the flow of various statements and variants of disputation. Second, there is a mental readiness to be in tension (in the debate room in the form of scientific rebuttals) for the academic community, both between lecturers and students, fellow lecturers, and fellow students. Thus, psycho-social takes the form of emotions, and action needs to be postponed (epoche) in debate. Rationality, thus, precedes psychological impulses.
Keterlibatan Warga Negara Dalam Pembangunan Berkelanjutan Untuk Mewujudkan Lingkungan Yang Bersih Carlos Boromeus Hale; Ludovikus Bomans Wadu; Andri Fransiskus Gultom
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 12 (2021): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i12.211

Abstract

Naskah ini bertujuan untuk mengetahui keterlibatan warga negara dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih melalui Bantuan Sosial Komunikasi Masyarakat Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus, teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi, teknik analisis data menggunakan triangulasi untuk keabsahan data. Berdasarkan hasil analisis data reduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian studi kasus ditemukan keterlibatan warga negara dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dilakukan di desa sumbersekar Kabupaten Malang dengan melaksankaan program peduli lingkungan. Pelaksanaan pembangunan pada saat bersama BASKOMAS di desa Sumbersekar dengan membentuk Workshop Intedrated Farming sebagai wadah memberikan pengetahuan dan keterampilan warga, membangun tempat pengumpulan sampah dan pembuatan bak ikan serta menanam sayuran hijau untuk menjaga ketahanan pangan ekonomi warga, dan pendampingan mussyawarah bersama untuk perbaikan Rencana Pembangunan Jangka panjangan kepada lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan terus-menerus setiap minggu guna untuk menjaga dan merawat lingkungan.
Strategi Anti Perundungan di Media Sosial dalam Paradigma Kewarganegaraan Andri Fransiskus Gultom; Suparno Suparno; Ludovikus Bomans Wadu
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v3i7.1689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan strategi anti perundungan di media sosial dalam paradigma kewarganegaraan. Situasi ini bertolak dari situasi perundungan yang masih terjadi di lingkunan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi dokumen, dan fokus kelompok Teknik analisis data dilakukan dengan transkripsi data, pengkodean, analisis tema, dan interpretasi serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian, pertama, adanya perundungan yang terjadi dengan teknologi media sosial diatasi melalui teknoloi media sosial juga. Artinya, penelitian ini menggunakan strategi internal dalam paradigma kewarganegaraan untuk anti perundungan dengan menggunakan teknologi media sosial terutama memaksimalkan penggunaan instagram untuk mengimplementasikan melalui kampanye anti perundungan dengan melakukan penyebaran pamflet. Isi pamflet tentang ajakan untuk tidak melakukan kekerasan, ujaran, penghinaan, dan merendahkan sesama teman. Adanya kampanye melalui pamflet ini, bagi beberapa orang, setuju dan ada komentar-komentar positif dan dukungan yang masuk di akun media sosial kampanye anti perundungan ini. Rekomendasi, strategi anti perundungan menjadi bentuk antisipasi dengan menggunakan media sosial dan aksi langsung.
Objektivisme Nilai dalam Fenomenologi Max Scheler Gultom, Andri Fransiskus
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i4.2107

Abstract

Penelitian ini berfokus pada dua problem utama dalam nilai: (1) pencarian pada hakikat nilai dalam jejak-jejak pemikiran Max Scheler (2). nilai dalam tegangan objektivisme dan subjektivisme. Nilai-nilai itu dalam pemikiran Scheler lebih didasari oleh filsafat yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi-hermeneutis dengan langkah-langkah: pertama, melakukan pembacaan tekstual in sensu stricto pada beberapa karya Scheler, kedua, mengaitkan teks dengan problem nilai dengan konteks. Ketiga, reduksi fenomenologis. Keempat, interpretasi dan apropriasi. Temuan penelitian, pertama, penyelesaian problem nilai antara objektivitas dan subjektivitas. Kedua, hakikat nilai ditemukan Scheler merupakan satu jenis objek yang sama sekali tidak dapat dimasuki oleh rasio. Rasionalisme modern menurunkan nilai ke posisi yang lebih rendah atau berusaha untuk menggabungkannya dengan entitas rasio. Para rasionalis melakukan penyesuaian dengan logique du coeur yang tidak memiliki kaitan dengan logika intelek, namun yang menetapkan hierarki dan hukum yang sama tepatnya dengan jenis logika yang terakhir. Dengan istilah yang khas Scheler, nilai menyatakan diri pada kita melalui persepsi sentimental dalam preferensi, cinta, dan benci.
The Cultural Problems about the Adaptation of Manggarai Students in Malang City Gultom, Andri Fransiskus
Humanus Vol 23, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/humanus.v23i2.125105

Abstract

This research is motivated by the cultural complexity between Manggarai students and Java students in Malang city, Indonesia.  There are misunderstandings due to the meeting of two different cultures. The research purpose is to find out the adaptation problems of Manggarai students in Malang city. The research method is qualitative with an ethnographic approach, namely emic. The data collection techniques are observation, interview and documentation. The analysis technique uses interpretation with a cultural paradigm. The results showed that the cultural problem of adaptation in the ethnographic point of view is the difficulty of adapting between students from Manggarai (migrants) and students from Java (host culture). The main reason for the difficulty in adapting starts from the language, the situation of feeling like a foreigner so that they feel culture shock with the new culture. Consequences of adaptation problems: limited communication between the two parties, the problem of occurring situations that are not familiar and easily offended due to misunderstanding and suspicion in the use of language. Ethnographic analysis helps adaptation problems through cultural trajectories from the immigrant side by being humble to learn conversations in everyday Javanese. The trajectory is carried out communally with initiatives from regional organizations (Lembor Malang Big Family Association or IKBLM) to build meeting points and familiarity with Javanese students. Research recommendations, different cultures can be crossed with cultural ideas and actions to accept differences starting from migrants and facilitated by decision-making parties.