Penyusutan otot pascastroke merupakan masalah utama yang memengaruhi kemandirian pasien dan kualitas hidup. Edukasi keluarga mengenai nutrisi tepat menjadi strategi efektif untuk mencegah kondisi ini. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, dilakukan dengan penyuluhan terprogram, diskusi interaktif, dan pemberian media edukasi berupa leaflet/modul. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan keluarga dari kategori “baik” 15% menjadi 65%. Program ini meningkatkan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan protein dan energi pasien, serta memahami praktik keamanan makan-minum. Diharapkan intervensi ini mendukung perawatan rumah yang lebih optimal bagi pasien stroke. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik) dalam pencegahan penyakit tidak menular seperti stroke, serta SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui peningkatan kapasitas keluarga dalam memberikan perawatan yang efektif dan terjangkau di rumah.
Copyrights © 2026