Masa pubertas pada remaja putri ditandai dengan menstruasi yang memerlukan perhatian terhadap kebersihan organ reproduksi. Perilaku feminine hygiene yang tidak adekuat dapat meningkatkan risiko pruritus vulvae. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku feminine hygiene dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja masa pubertas. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan pedoman PRISMA melalui pencarian pada Google Scholar, ResearchGate, ScienceDirect, dan PubMed tahun 2022-2026. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar artikel melaporkan adanya hubungan antara perilaku feminine hygiene dengan kejadian pruritus vulvae. Remaja dengan perilaku hygiene buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami pruritus vulvae dibandingkan dengan yang berperilaku baik. Analisis menunjukkan bahwa perilaku hygiene merupakan faktor dominan dalam memengaruhi kejadian pruritus vulvae. Disimpulkan bahwa peningkatan perilaku feminine hygiene secara konsisten sangat penting untuk menurunkan risiko pruritus vulvae melalui edukasi kesehatan reproduksi di sekolah dan komunitas.
Copyrights © 2026