Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Family Support Affect Bonding Attachment of Baby and Adolescent Mother Puspasari, Jehan; Larasati, Lela; Winarti, Retno
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 6, No 2 (2023): JKPBK Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v6i2.10795

Abstract

 AbstractThe transition to parenthood can be difficult for adolescent. The birth of a baby causes a fundamental challenge to the interaction structure that has been formed. Mothers have a very important role in improving health status, especially in terms of monitoring the growth and development of babies. Unpreparedness in carrying out her new role as a mother can cause frustration and perceive her baby as a nuisance and can be psychological disorders such as postpartum depression or postpartum blues, thereby reducing the bond between mother and baby. This study used a cross-sectional method with a purposive sampling technique on 106 respondents. The results of univariate analysis showed that the average age of teenage mothers was 18 years, marital status was married (90.56%), last education was high school (81.14%), the baby's temperament was difficult (66.9%) and the mother's psychosocial condition was not at risk (54%). Bivariate analysis shows that family support influences the bond between babies and adolescent mothers, with informational support of 86.1%, instrument support of 90%, emotional support of 76.5% and appreciation support of 78.2%. The results of this study it can be concluded, the good family support, can affect the better of bonding attachment between mother and baby.Keywords:  Adolescent Mothers, Family Support, Bonding Attachment
Edukasi Kesehatan Organ Reproduksi Terkait Sexualitas dengan Media Edukasi Berbasis Digitalisasi Era 4.0 di Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang Hartati, Suryani; Winarti, Retno; Wahyuni, Ening
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19459

Abstract

ABSTRAK Kesehatan reproduksi merupakan kondisi  fisik, mental dan sosial dalam keadaan sehat, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan  fungsi dan  proses kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah/madrasah sangat penting mengingat belum tersosialisasikannya secara menyeluruh cara perawatan kebersihan organ reproduksi, perilaku seksual pranikah, kehamilan anak yang berisiko dan masalah reproduksi pada peserta didik saat ini dan setelah dewasa. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat  untuk melakukan edukasi tentang kebersihan organ reproduksi untuk mencegah timbulnya masalah sexualitas. Metodeadalah penyuluhan kesehatan menggunakan media edukasi berbasis digitalis. pelaksanaan kegiatan  diawali dengan melakukan pengambilan data di sekolah yang ada diwilayah tanggerang kemudian melakukan survey, pemberian pre test dan post test melalui kuesioner tentang pengetahuan organ kesehatan reproduksi dan seksualitas setelah itu pemberian edukasi kesehatan   guna menurunkan angka kejadian masalah  seksualitas. Kegiatan dilaksanakan tanggal 13 Desember  2024   dihadiri oleh  60 siswa di Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang. Usia  rata rata 12-15 tahun (85.7%). Tingkat pengetahuan siswa/i meningkat setelah diberikan penyuluhan dan diskusi tanya jawab menjadi 75 %, hal ini menunjukkan siswa/i akan melakukan kegiatan positif menjaga kebersihan organ reproduksinya. Siswa/i  yang mengikuti pendidikan kesehatan di  Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang  sebagian besar usia 12-15 tahun, sehingga berpotensi mengalami masalah kebersihan organ reproduksi karena sudah adanya tanda tanda seksualitas sekunder  yang timbul. Edukasi yang diberikan sangat tepat untuk menambah  pengetahuan sehingga terhindar terjadinya masalah kesehatan pada organ reproduksi.  Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Kesehatan Reproduksi, Sexualitas   ABSTRACT Reproductive health is a physical,and social condition that is healthy, not just free from disease or disability in all aspects related to reproductive health functions and processes. Reproductive health education in schools/madrasahs is very important considering that there has not been comprehensive socialization about how to care for reproductive organ hygiene, premarital sexual behavior, risky child pregnancies and reproductive problems among students now and as adults. The aim of community service activities is to provide education about the cleanliness of reproductive organs to prevent the emergence of sexual problems. The method used is health education using digitalis-based educational media. The implementation of the activity begins with collecting data at schools in the Tanggerang area, then conducting a survey, giving pre-tests and post-tests through questionnaires regarding knowledge of reproductive health organs and sexuality, and after that providing health education to reduce the incidence of sexual problems. The activity was held on December 13, 2024, attended by 60 students at Alam Mekar Bhakti School, Tangerang. Average age 12-15 years (85.7%). The level of students' knowledge increased after being given counseling and question and answer discussions to 77%, this shows that students will carry out positive activities to maintain the cleanliness of their reproductive organs. students who take health education at the Alam Mekar Bhakti School, Tangerang, are aged 12-15 years, so there is the potential to experience problems with the cleanliness of the reproductive organs because signs of secondary sexuality have appeared. The education provided is very appropriate to increase knowledge so as to avoid health problems in the reproductive organs. Keywords: School Age Children, Reproductive Health, Sexuality
PENGARUH MASA PENYIMPANAN SAMPEL WHOLE BLOOD DAN BUFFY COAT DARAH TIKUS TERHADAP KUANTITAS DAN INTEGRITAS RNA Winarti, Retno; Ramadhani Nurhidayat, Annisa; Purnomosari, Dewajani; Suhda, Saihas; Susilowati, Rina
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6410

Abstract

Latar belakang: Whole blood dan buffy coat merupakan dua sumber sampel yang sering digunakan dalam penelitian molekuler. Namun, kualitas RNA yang dihasilkan seringkali kurang memuaskan. Faktor yang diperkirakan dapat mempengaruhi kualitas RNA adalah jenis sampel dan kondisi penyimpanan. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh masa penyimpanan sampel whole blood dan buffy coat terhadap kuantitas dan integritas RNA, membandingkan kedua tipe sampel. Sampel darah dari tikus Sprague dawley umur 3 bulan diambil melalui sinus retro-orbitalis dan cardiac punture lalu dipisahkan sebagai whole blood dan buffy coat dan disimpan pada suhu −80°C selama 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, dan 3 bulan. RNA diisolasi menggunakan kit Quick-RNA Miniprep Plus Zymo dan diperiksa konsentrasi serta kemurniannya dengan spektrofotometer (A260/A230 dan A260/A280). Integritas RNA diperiksa dengan elektroforesis agarose dan dibaca menggunakan Gel Doc. Metode: Data dianalisis menggunakan uji Two-way ANOVA. Analisis menunjukkan bahwa tipe sampel merupakan faktor utama yang mempengaruhi kuantitas dan integritas RNA. Hasil: Buffy coat menghasilkan konsentrasi RNA yang lebih tinggi dibanding whole blood (p < 0,0001). Faktor lama penyimpanan hingga 3 bulan pada suhu −80°C tidak mempengaruhi konsentrasi RNA pada kedua jenis sampel. Integritas RNA buffy coat lebih baik dibandingkan whole blood. Kesimpulan: Hal ini ditunjukkan oleh hasil elektroforesis pita RNA buffy coat yang lebih jelas dan konsisten. Masa penyimpanan buffy coat dan whole blood pada suhu −80°C sampai dengan 3 bulan tidak mempengaruhi kuantitas dan kemurnian RNA, namun mempengaruhi kualitas RNA.