Kawasan pesisir Surabaya Utara memiliki aktivitas permukiman dan industri yang tinggi sehingga mendorong peningkatan pemanfaatan air tanah dangkal. Eksploitasi air tanah yang berlebihan berpotensi menurunkan kualitas air, menyebabkan penurunan muka tanah, serta memicu intrusi air laut. Hingga saat ini, informasi mengenai kondisi kualitas air tanah di wilayah tersebut masih terbatas, sehingga diperlukan kajian dan pemetaan sebagai dasar pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air tanah dangkal dan memetakan tingkat pencemarannya di Surabaya Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada sumur penduduk, diikuti dengan pengujian parameter fisik dan kimia secara in situ dan laboratorium. Hasil pengujian dibandingkan dengan standar baku mutu higiene sanitasi Permenkes RI. Penilaian kualitas air dilakukan menggunakan metode STORET, kemudian dipetakan secara spasial dengan sistem informasi geografis (GIS) menggunakan perangkat lunak Surfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80% sampel memiliki nilai DHL dan TDS yang melebihi baku mutu, dengan nilai DHL sekitar 1200 µS/cm dan TDS di atas 600 ppm. Sekitar 25% sampel menunjukkan gangguan bau, rasa, dan warna, sedangkan parameter pH dan suhu umumnya masih dalam batas normal. Pemetaan menunjukkan sebagian besar wilayah mengalami pencemaran ringan, sementara pencemaran sedang ditemukan di Kecamatan Semampir dan Pabean, serta kualitas terbaik di sebagian Kecamatan Genteng dan Simokerto. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar pemantauan dan pengelolaan kualitas air tanah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026