Kabupaten Bantul merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan gempa yang tinggi akibat aktivitas tektonik zona subduksi di selatan Pulau Jawa, sehingga analisis respon seismik berbasis kondisi tanah lokal menjadi penting untuk mendukung perencanaan struktur tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon seismik nonlinier tanah akibat Gempa Bantul 2023 melalui parameter Peak Ground Acceleration (PGA), percepatan respon spektra, dan faktor amplifikasi. Metodologi penelitian menggunakan model atenuasi NGA-Subduction untuk menghasilkan percepatan spektral sebagai target spectral matching, yang selanjutnya digunakan sebagai input motion dalam analisis respon tanah satu dimensi nonlinier menggunakan perangkat lunak DeepSoil Versi 7. Data tanah diperoleh dari hasil Standard Penetration Test (SPT) pada empat titik penelitian, serta klasifikasi kelas situs ditentukan berdasarkan nilai Vs30. Hasil penelitian menunjukkan nilai Vs30 berkisar antara 259–412 m/s dengan dominasi kelas situs D dan satu titik kelas C, nilai PGA permukaan sebesar 0,047–0,063 g, serta faktor amplifikasi antara 0,91–1,25. Respon spektra di permukaan umumnya meningkat pada periode pendek dibandingkan input motion, namun masih berada di bawah spektra desain SNI 1726:2019. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi tanah lokal berperan signifikan dalam memodifikasi respon gempa dan berkontribusi dalam pengembangan analisis bahaya seismik berbasis lokasi spesifik
Copyrights © 2026