Generasi Z yang lahir pada rentang tahun 1995–2010 saat ini mulai mendominasi pasar kerja. Meskipun memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi, Generasi Z justru lebih rentan mengalami stres kerja akibat tekanan sosial digital, fenomena Fear of Missing Out (FoMO), ekspektasi karier yang tinggi, serta kebutuhan akan lingkungan kerja yang suportif dan fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan stres kerja pada karyawan Generasi Z melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, buku, serta artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa stres kerja pada karyawan Generasi Z dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi kondisi psikologis individu, keinginan akan fleksibilitas jam kerja, serta hubungan interpersonal dengan atasan dan rekan kerja. Adapun faktor eksternal mencakup beban kerja berlebih, ketidakjelasan peran (role ambiguity), lingkungan kerja yang toxic, serta tekanan birokrasi organisasi. Lebih lanjut, stres kerja terbukti berdampak negatif terhadap kinerja, motivasi, kepuasan kerja, dan loyalitas karyawan Generasi Z. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi manajemen organisasi dalam merancang kebijakan kesejahteraan karyawan yang lebih adaptif terhadap karakteristik Generasi Z.
Copyrights © 2026