Seledri (Apium graveolens L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pengeringan dan jenis pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak seledri menggunakan metode DPPH. Sampel daun seledri dikeringkan dengan tiga metode, yaitu oven 40°C, diangin-anginkan, dan sinar matahari, kemudian diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol, etil asetat, dan n-heksana. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan dinyatakan berdasarkan nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ekstrak positif mengandung flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin. Ekstrak etanol menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC₅₀ terendah, terutama pada sampel yang dikeringkan menggunakan oven 40°C. Dengan demikian, metode pengeringan dan jenis pelarut berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan ekstrak seledri.
Copyrights © 2026