Pengembangan UMKM kopra berbasis potensi lokal masih menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya kualitas sumber daya manusia, keterbatasan akses teknologi, minimnya inovasi produk turunan, serta penggunaan metode produksi tradisional yang kurang efisien sehingga berdampak pada rendahnya nilai tambah ekonomi. Selain itu, keterbatasan akses informasi pasar dan rendahnya literasi kewirausahaan menyebabkan daya saing UMKM kopra masih rendah dan pendapatan masyarakat tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan UMKM kopra berbasis potensi lokal dalam rangka meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya daerah secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif melalui tahapan plan, act, observe, dan reflect. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang melibatkan pelaku UMKM, masyarakat lokal, dan pemerintah desa selama 3–6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, keterampilan pelaku usaha, serta pemanfaatan potensi lokal yang lebih optimal. Selain itu, terjadi peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan kerja baru, serta penguatan ekonomi berbasis komunitas. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengembangkan usaha lokal. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model pengembangan UMKM kopra berbasis potensi lokal yang dapat meningkatkan daya saing usaha serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026